Katuš Rumíšková / Wikimedia Commons – CC BY-SA 4.0
Pengalaman Berharga di Sirkuit Legendaris
DIAGRAMKOTA.COM – Pembalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali menunjukkan kepercayaan diri tinggi menyambut ajang balap Moto3 Qatar 2026. Dengan latar belakang pengalaman positif di Sirkuit Lusail, ia optimistis bisa meraih hasil terbaik dalam balapan yang akan berlangsung akhir pekan ini. Baginya, trek yang dikenal dengan karakteristik lintasan cepat dan teknis ini bukan sekadar tempat balapan biasa, melainkan arena penuh kenangan indah.
Sirkuit Lusail menjadi tempat spesial bagi Veda Ega. Ia telah tiga kali mengaspal di sana dalam ajang Asia Talent Cup pada tahun 2022 dan 2023. Namun, pencapaian terbesar datang pada edisi 2023, ketika ia berhasil meraih dua kali podium pertama—sebuah prestasi yang menjadi batu loncatan penting dalam karier muda pembalap berusia 17 tahun tersebut.
Konsistensi dan Momentum Positif dari Malaysia
Keberhasilan Veda Ega tidak hanya berhenti di pengalaman di Lusail. Pekan lalu, ia kembali menunjukkan kelasnya dengan finis sebagai runner-up dalam balapan Moto3 Malaysia. Hasil tersebut memberikan dorongan mental besar sebelum bertanding di Qatar, terlebih karena kedua balapan ini berlangsung dalam jarak waktu yang sangat dekat.
“Saya sudah pernah balapan di sini [Lusail]. Saat Asia Talent Cup 2023, hasil saya cukup baik. Dan minggu lalu saya baru saja dapat podium di Malaysia. Jadi secara psikologis, saya merasa lebih percaya diri,” ujar Veda Ega dalam sesi wawancara virtual dengan media.
Ia menambahkan bahwa Sirkuit Lusail merupakan salah satu trek favoritnya. “Saya suka banget dengan alur lintasannya—cukup menantang tapi tetap memberi ruang untuk menunjukkan kemampuan. Ini membuat saya lebih nyaman dan fokus saat berkendara.”
Klasemen dan Target Menuju Akhir Musim
Kini, Veda Ega berada di posisi ketujuh klasemen sementara Moto3 dengan raihan 131 poin. Meski belum memuncaki klasemen, posisinya masih sangat kompetitif. Dengan tiga seri tersisa—Qatar, Portugal, dan Valencia—peluang untuk mengejar poin tambahan masih terbuka lebar.
Bagi Veda Ega, setiap balapan adalah kesempatan untuk membuktikan diri. Ia tak ingin hanya menjadi pembalap muda yang menjanjikan, tetapi juga yang mampu menunjukkan performa konsisten di level internasional.
Tim Honda Team Asia: Pendukung Utama Prestasi
Dukungan dari tim Honda Team Asia juga menjadi faktor penting dalam perjalanan Veda Ega. Tim yang dikenal dengan sistem pelatihan terpadu dan dukungan teknis maksimal ini memberikan fasilitas terbaik untuk para pembalap muda. Dengan mesin Honda yang andal dan dukungan mekanik profesional, Veda Ega memiliki fondasi kuat untuk bersaing di antara para juara dunia muda.
Masa Depan yang Cerah di Dunia Balap Motor
Veda Ega Pratama bukan sekadar nama baru di dunia balap. Ia menjadi simbol harapan generasi muda Indonesia yang berani bermimpi tinggi. Dengan semangat, disiplin, dan tekad kuat, ia telah menunjukkan bahwa talenta lokal bisa bersaing di panggung global.
Di tengah persaingan ketat di Moto3, Veda Ega terus menunjukkan bahwa kepercayaan diri bukan sekadar kata-kata, melainkan hasil dari latihan intensif, pengalaman bertanding, dan mental baja.
Fakta Singkat tentang Veda Ega Pratama:
– Usia: 17 tahun
– Tim: Honda Team Asia
– Total Podium (Asia Talent Cup): 2
– Posisi Klasemen Sementara Moto3: 7
– Sirkuit Favorit: Sirkuit Lusail, Qatar



















