Ringkasan Berita:
- Kemdiktisaintek, ITS, dan Pemkot Surabaya berkoordinasi mematangkan KSTI 2026 yang digelar 10–13 November 2026 di kampus ITS.
- Konvensi mengusung tema “Akselerasi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia” untuk mempertemukan inventor, inovator, dan investor.
- Pemkot Surabaya siap memberikan dukungan infrastruktur, rekayasa lalin, serta sinergi riset perkotaan via Surabaya Science Technopark.
DIAGRAMKOTA.COM — Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama jajaran Wakil Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mematangkan persiapan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026. Sinergi strategis tersebut dibahas langsung bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di Balai Kota Surabaya pada Sabtu (31/10).
Rombongan pusat dan perguruan tinggi disambut oleh Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, yang didampingi sejumlah kepala dinas terkait. Pertemuan koordinasi terfokus pada kesiapan infrastruktur kota, skema dukungan pemerintah daerah, mobilisasi keterlibatan publik, hingga potensi kemitraan jangka panjang riset terapan bagi persoalan perkotaan.
Koneksikan Inventor, Inovator, dan Investor di Kampus ITS
Dalam forum tersebut, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Fauzan Adziman, memaparkan konsep operasional KSTI 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 10–13 November 2026 di lingkungan kampus ITS Surabaya. Mengangkat tema “Akselerasi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia”, ajang nasional ini didesain menjadi jembatan penghubung triple-helix lintas sektor.
Fauzan menjelaskan bahwa poros KSTI bertumpu pada penguatan interaksi antara tiga kelompok kunci: inventor, inovator, dan investor. Kolaborasi terarah ketiga entitas tersebut ditargetkan mampu mengonversi hasil riset akademik ke ranah komersial industri secara masif dan terukur.
Agenda Terpadu: Business Matching hingga Robot Challenge
Rangkaian agenda KSTI 2026 disiapkan secara komprehensif guna mempertemukan periset dengan mitra pendanaan strategis. Berbagai segmen kegiatan yang akan diselenggarakan meliputi:
- Pameran hasil riset dan inovasi perguruan tinggi bersama mitra industri
- Forum diskusi ilmiah dan teknologi
- Sesi business matching antara periset dan kalangan industri
- Kompetisi teknologi melalui robot challenge
- Ajang pemrograman inovatif lewat hackathon
Selain membuka akses bagi pemodal dan industri skala besar, forum ini turut membuka ruang edukasi bagi publik, termasuk kalangan pelajar, agar dapat memahami akselerasi sains mutakhir dan peluang implementasi praktisnya di masyarakat.
Kolaborasi Jangka Panjang: Solusi Ilmiah Persoalan Perkotaan
Lebih lanjut, Dirjen Risbang Fauzan Adziman menegaskan adanya tawaran kemitraan strategis jangka panjang bagi Pemkot Surabaya. Melalui integrasi ini, kepakaran dosen dan peneliti ITS diharapkan dapat terjun langsung mengurai dinamika tantangan perkotaan melalui pendekatan berbasis data dan riset empiris.
Skema kolaborasi tersebut ditujukan agar hilirisasi hasil riset kampus tidak sekadar berhenti di meja laboratorium, melainkan menghadirkan solusi teknologi tepat guna yang berdampak nyata terhadap kesejahteraan warga Surabaya.
Komitmen Pemkot Surabaya dan Potensi Surabaya Science Technopark
Merespons rencana tersebut, Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menegaskan kesiapan penuh jajaran Pemkot Surabaya untuk menyukseskan gelaran KSTI 2026. Dukungan teknis lintas perangkat daerah dipastikan berjalan solid guna menjamin kelancaran acara.
Bentuk dukungan konkret Pemkot Surabaya mencakup:
- Koordinasi teknis lintas dinas dan organisasi perangkat daerah (OPD)
- Pengaturan mobilitas, manajemen lalu lintas, dan pengamanan rute
- Pelibatan aktif unsur sektor pendidikan kota
- Sosialisasi dan publikasi terpadu kepada masyarakat luas
Lilik menambahkan, KSTI 2026 menjadi momentum strategis bagi Surabaya untuk unjuk gigi di bidang ekosistem riset terapan. Salah satu aset inovasi yang akan diperkenalkan kepada para peserta nasional adalah Surabaya Science Technopark.
Sinergi segitiga antara Kemdiktisaintek, ITS, dan Pemkot Surabaya ini diharapkan mempertegas posisi Kota Surabaya sebagai episentrum pengembangan sains, teknologi, dan industri modern yang berdaya dorong bagi perekonomian regional maupun nasional.



















