Ringkasan Berita:
- Gempa Pasuruan darat berkekuatan magnitudo 2,8 mengguncang kawasan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/11/2026) dini hari.
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi pusat gempa berada di kedalaman dangkal 10 km pada jarak 2 km tenggara Kabupaten Pasuruan.
- Penyampaian informasi awal mengutamakan kecepatan diseminasi data, sehingga parameter seismik masih berpotensi disesuaikan.
DIAGRAMKOTA.COM — Peristiwa gempa bumi darat berkekuatan magnitudo 2,8 mengguncang wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Kamis (5/11/2026) dini hari. Aktivitas kegempaan lokal tersebut terekam oleh jejaring sensor seismik pada pukul 04.04:06 WIB di saat sebagian besar warga masih beristirahat.
Berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,69 Lintang Selatan (LS) dan 112,92 Bujur Timur (BT). Titik pusat lindu berada di area daratan dengan jarak sekitar 2 kilometer arah tenggara Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dengan kedalaman hiposenter sangat dangkal, yakni 10 kilometer di bawah permukaan tanah.
Parameter Teknis Rilis Cepat Geofisika BMKG
Melihat kedalaman hiposenternya yang hanya mencapai 10 kilometer, gempa ini tergolong ke dalam klasifikasi gempa bumi tektonik dangkal akibat aktivitas sesar aktif lokal di daratan wilayah tapal kuda Jawa Timur.
Rincian Seismisitas Pasuruan
- Waktu Kejadian: Kamis, 5 November 2026 pukul 04:04:06 WIB
- Kekuatan (Magnitudo): M 2,8
- Koordinat Titik: 7,69 Lintang Selatan (LS) – 112,92 Bujur Timur (BT)
- Pusat Gempa: Darat, 2 km Tenggara Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur
- Kedalaman: 10 km (Dangkal)
Diseminasi Cepat dan Potensi Pemutakhiran Data
Dalam publikasi awalnya, BMKG menyematkan catatan penting (disclaimer) mengenai penyampaian laporan seismik ini. Informasi disebarluaskan dengan mengedepankan aspek kecepatan respons peringatan dini kebencanaan bagi publik.
Gempa Pasuruan Verifikasi Data Sensor Wilayah Regional
Karena proses kalkulasi dilakukan otomatis menggunakan data stasiun pencatat getaran terdekat sesaat setelah gelombang primer dan sekunder merambat, hasil pengolahan data geofisika ini belum sepenuhnya stabil. BMKG menegaskan bahwa data parameter seperti kedalaman maupun magnitudo akhir dapat disempurnakan seiring kelengkapan input data yang masuk ke pusat pengendali.
Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya dampak kerusakan fisik pada infrastruktur maupun bangunan warga di sekitar Kabupaten Pasuruan akibat guncangan dini hari tersebut.

















