DIAGRAMKOTA.COM – Nikola Jokić, bintang Denver Nuggets dan tiga kali pemenang MVP NBA, kembali menjadi sorotan setelah menunjukkan performa yang jauh dari biasanya dalam pertandingan pembuka musim ini. Dalam laga kontra Oklahoma City Thunder, Jokić hanya mampu mengumpulkan 13 poin dari 5 dari 19 tembakan lapangan, dengan catatan 2 dari 4 lemparan bebas. Ia juga mencatatkan tujuh rebound, lima assist, satu steal, satu blok, serta satu triple. Meski statistiknya terlihat solid secara umum, kegagalan dalam menemukan ritme permainan membuatnya gagal membawa Nuggets meraih kemenangan.
Perbedaan Mendasar dengan Shai Gilgeous-Alexander
Dalam laga yang berlangsung di arena Thunder, dua pemain MVP terbaik di dunia — Jokić dan Shai Gilgeous-Alexander — sama-sama tampil buruk di paruh pertama. Namun, perbedaan utama terletak pada kemampuan regenerasi Gilgeous-Alexander. Sementara sang bintang Thunder berhasil bangkit di babak kedua dengan mencetak 15 poin, Jokić tidak mampu memperbaiki performanya. Ini menjadi alarm bagi para manajer fantasy basketball yang mengandalkan dominasi Jokić sebagai pemain top-2 di semua format draft.
Pertahanan Kuat Thunder dan Tekanan Mental
Pertahanan kuat dari big men Oklahoma City, termasuk Chet Holmgren yang mencatatkan empat blok dan 17 rebound, turut berkontribusi atas kesulitan yang dialami Jokić. Selain itu, suasana pertandingan yang intens membuat Jokić kesal saat salah satu pemain Timberwolves, Jaden McDaniels, melakukan layup tanpa menjalankan waktu habis. Aksi tersebut memicu kontroversi kecil, dan meskipun tak ada bentrokan fisik, Jokić akhirnya dikeluarkan dari lapangan pada detik-detik akhir. Ini menimbulkan kekhawatiran soal ketersediaannya untuk laga selanjutnya.
Rekor Fantasi yang Tak Pernah Berubah
Meskipun penampilan awalnya mengecewakan, tidak ada alasan untuk panik bagi penggemar dan manajer fantasy. Jokić tetap menjadi salah satu pemain paling bernilai di NBA. Dalam laga pra-musim melawan Chicago Bulls, ia mencatat triple-double dengan 22 poin, 11 rebound, dan 10 assist dalam hanya tiga kuarter. Bahkan dalam laga lainnya, ia mencatatkan 27 poin, 12 rebound, dan 16 assist — angka yang sangat langka bahkan bagi pemain sekelasnya.
Highlight terbesarnya adalah assist behind-the-back ke Cam Johnson dari sudut lapangan yang menghasilkan three-pointer dari sisi lawan. Aksi ini bukan sekadar momen spektakuler, tapi juga bukti bahwa Jokić tetap menjadi pusat strategi tim, meski belum menemukan ritme optimal.
Status Kontrak dan Masa Depan di Denver
Jokić sendiri telah menyatakan bahwa ia ingin menunda perpanjangan kontrak hingga musim depan. Ia menekankan komitmennya untuk tetap bermain di Denver sepanjang karier NBA-nya. Jika memilih untuk mengonfirmasi opsi kontrak tahun 2027–28 (yang bernilai hampir $63 juta), maka ia akan mendapatkan kesempatan untuk menandatangani ekstensi besar setelah musim ini. Bagi para penggemar Nuggets dan manajer fantasy, ini adalah kabar baik — Jokić tidak akan pergi.
Kehadiran DeRozan dan Perubahan Rotasi
Kehadiran DeMar DeRozan sebagai pemain cadangan memberikan sedikit harapan baru. Dalam debutnya, DeRozan mencatatkan 13 poin dan dua rebound dalam 28 menit, meskipun memiliki lima turnover dan kurang efektif dari garis lemparan bebas. Namun, kemampuan veteran ini bisa menjadi nilai tambah jika rotasi tim mulai stabil.
Sementara itu, Aaron Gordon menunjukkan peningkatan signifikan dalam shooting dari luar. Dengan 3 dari 4 tembakan three-point, ia membuktikan bahwa ia bukan lagi sekadar pemain defensif, tapi juga ancaman ofensif nyata. Di sisi lain, Cameron Johnson harus keluar lebih awal karena cedera pergelangan kaki kanan, yang membuka ruang bagi Alpha Diallo untuk tampil lebih banyak.
Peluang Bangkit Melawan Pelicans
Nuggets kini siap menghadapi New Orleans Pelicans pada Sabtu, dengan misi penting untuk memperbaiki rekor dan mengembalikan kepercayaan diri. Jokić, meski sedang dalam fase sulit, tetap menjadi tulang punggung tim. Dengan dukungan dari Gordon, Braun, dan Murray yang masih punya potensi besar, Nuggets memiliki peluang untuk bangkit.
Bagi manajer fantasy, Jokić tetap menjadi pilihan utama. Performa buruk di awal musim bukan indikator kegagalan jangka panjang, melainkan bagian dari proses adaptasi. Ketika ritmenya kembali, seperti yang sering terjadi dalam sejarah NBA, Jokić akan kembali menjadi mesin statistik yang tak terbendung.

















