Ringkasan Berita:
- Anggota DPRD Kota Surabaya Aldy Blaviandy hadiri Pagelaran Seni Budaya Campursari di Gadukan Utara, Morokrembangan.
- Aldy mengapresiasi kolaborasi Pemprov Jatim, Disbudpar, dan DPRD Jatim yang menghadirkan hiburan rakyat berkualitas ke tingkat kampung.
- Panggung seni tradisi ini dinilai menjadi perekat kerukunan warga sekaligus pemicu perputaran ekonomi pelaku UMKM setempat.
Surabaya, Diagramkota.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Aldy Blaviandy, hadir langsung di tengah ribuan warga dalam Pagelaran Seni Budaya Jawa Timur “Campursari” yang digelar di kawasan Gadukan Utara (Kampoeng Sepoloh), RT 10 RW 05, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Rabu (2/9/2026) malam.
Kehadirannya menjadi wujud komitmen legislatif kota dalam mendukung pelestarian seni tradisi sekaligus mempererat interaksi sosial di tingkat perkampungan.
Acara persembahan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Provinsi Jawa Timur ini disambut gegap gempita oleh masyarakat setempat.
Selain menyuguhkan hiburan rakyat gratis, perhelatan ini menjadi momentum temu silaturahmi akbar antara warga dan para pemangku kebijakan lintas level pemerintahan.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya itu, secara khusus mengapresiasi terobosan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Blegur Prijanggono, bersama Disbudpar Jatim yang memilih lokasi padat penduduk seperti Morokrembangan sebagai episentrum panggung kebudayaan daerah.
“Kami di DPRD Kota Surabaya sangat mengapresiasi terselenggaranya perhelatan seni budaya ini. Kehadiran panggung campursari di tengah perkampungan warga seperti di Gadukan Utara ini bukan hanya menghadirkan hiburan yang sehat dan meriah, melainkan menjadi bukti nyata kepedulian bersama dalam merawat seni warisan leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat kota,” ujar Aldy usai kegiatan.
Sinergi Lintas Parlemen demi Kebutuhan Ruang Guyub Warga
Aldy menggarisbawahi bahwa kolaborasi antara jajaran legislatif tingkat provinsi dan kota menjadi elemen penting dalam menangkap aspirasi masyarakat di ranah nonfisik. Menurutnya, warga Surabaya di wilayah permukiman padat sangat mendambakan ruang publik yang dapat merekatkan kebersamaan dan meredakan kejenuhan rutinitas harian.
“Ruang-ruang guyub rukun seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat perkotaan. Ketika warga berkumpul menyaksikan kesenian tradisinya sendiri, rasa persaudaraan dan gotong royong itu terbangun secara alami. Sinergi antara DPRD Jatim, Pemprov, dan jajaran di Surabaya harus terus dirawat untuk menghadirkan program-program yang langsung menyentuh denyut kehidupan warga,” tutur politisi muda tersebut.
Panggung budaya malam itu turut disaksikan oleh Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Jatim Sadari yang mewakili Kadisbudpar Jatim, Kapolsek Krembangan Kompol Sofyan Effendi, Camat Krembangan Harun Ismail, Lurah Morokrembangan Ahmad Gus Zawi, Ketua RW 05 Gadukan Sulistio, serta Ketua RT 10 Suyanto.
Aldy Blaviandy Dorong Geliat Lapak UMKM dan Pelestarian Kesenian Tradisional
Keseruan acara yang menampilkan kolaborasi lawak Guyon Maton Cak Percil CS dan alunan suara Dike Sabrina terbukti membawa dampak ganda. Ratusan stan serta pedagang makanan dan minuman UMKM di sepanjang koridor Jalan Gadukan Utara terpantau ramai diserbu pengunjung sejak sore hingga acara tuntas.
Melihat efek berantai tersebut, Aldy menegaskan dukungannya agar agenda kebudayaan berbasis wilayah perkampungan seperti ini dapat terus diperbanyak dan digelar secara berkala di berbagai penjuru wilayah Surabaya.
“Manfaatnya jelas terasa ganda. Kesenian adiluhung kita terus terlindungi dan dikenal generasi muda, sementara di sisi lain perputaran ekonomi pedagang kecil dan UMKM di sekitar lokasi ikut bergerak naik. Kolaborasi positif seperti ini tentu sangat layak untuk didorong kembali di masa-masa mendatang,” pungkas Aldy.

















