BRI Perluas Layanan di Sidoarjo, Outlet Baru di Safe & Lock Layani Nasabah menggunkan Bahasa Mandarin

DIAGRAMKOTA.COM – Akses layanan perbankan di kawasan bisnis dan pergudangan Sidoarjo kini semakin dekat. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI resmi membuka outlet baru di kawasan pergudangan Safe & Lock Sidoarjo pada 1 September 2026.

 

 

Pembukaan outlet tersebut menjadi langkah BRI dalam menyesuaikan jaringan layanannya dengan pertumbuhan aktivitas usaha di kawasan pergudangan dan industri. Kehadiran outlet diharapkan memudahkan perusahaan, pekerja, pelaku UMKM, maupun masyarakat sekitar dalam memperoleh layanan perbankan tanpa harus keluar dari kawasan bisnis.

Beragam kebutuhan transaksi perbankan dapat dilayani di outlet tersebut, baik untuk nasabah perorangan maupun pelaku usaha. Menariknya, BRI juga menyiapkan petugas yang mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dan Mandarin.

Dukungan tersebut menjadi salah satu upaya BRI memberikan pelayanan yang lebih mudah bagi nasabah maupun pelaku usaha yang memiliki latar belakang atau jaringan bisnis internasional.

Branch Manager BRI Sidoarjo, Arvian, mengatakan pembukaan outlet baru ini merupakan bagian dari komitmen BRI untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus mendukung aktivitas usaha yang terus berkembang.

“Pembukaan outlet ini merupakan bentuk komitmen BRI untuk terus mendekatkan layanan kepada masyarakat dan pelaku usaha. Dengan lokasi yang berada di kawasan pergudangan Safe & Lock, kami berharap kehadiran BRI dapat memberikan kemudahan akses transaksi sekaligus mendukung aktivitas bisnis yang berkembang di kawasan ini,” ujar Arvian dalam keterangan resminya, Kamis (3/9/2026).

Safe & Lock menjadi salah satu kawasan yang menopang aktivitas pergudangan, logistik, dan bisnis di Sidoarjo. Karena itu, keberadaan outlet BRI dinilai dapat menjadi fasilitas pendukung bagi perusahaan dan berbagai aktivitas ekonomi di dalam kawasan tersebut.

Tidak hanya menyediakan layanan transaksi, outlet ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengakses berbagai produk perbankan. Mulai dari layanan transaksi hingga pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

Kehadiran petugas dengan kemampuan bahasa Inggris dan Mandarin juga menjadi nilai tambah. Layanan tersebut diharapkan dapat membantu komunikasi dengan nasabah atau mitra usaha yang membutuhkan pelayanan dalam bahasa internasional.

Ekspansi jaringan layanan tersebut berjalan di tengah kinerja BRI yang tetap menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga Triwulan II 2026, BRI Group mencatat laba bersih Rp31,2 triliun atau tumbuh 17,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, total aset BRI mencapai Rp2.352 triliun, meningkat 11,7 persen secara tahunan. Sementara kredit dan pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp1.646 triliun atau tumbuh 16,2 persen.

Dukungan terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga tetap menjadi bagian penting dari bisnis BRI. Hingga akhir Juni 2026, sekitar 75,1 persen dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group telah disalurkan kepada segmen UMKM.

Dari sisi kualitas aset, rasio Non-Performing Loan (NPL) BRI juga membaik. NPL turun dari 3,0 persen pada Triwulan II 2025 menjadi 2,9 persen pada Triwulan II 2026.

Efisiensi perusahaan turut menunjukkan perkembangan. Cost of Fund secara bank-only turun dari 3,0 persen menjadi 2,4 persen, sedangkan Cost to Income Ratio membaik dari 41,9 persen menjadi 39,2 persen.

Kemampuan menghasilkan keuntungan juga tetap terjaga. Return on Equity (ROE) meningkat dari 16,6 persen pada Triwulan II 2025 menjadi 18,8 persen pada Triwulan II 2026, dengan ROA berada di kisaran 2,7 persen.

Sementara sepanjang 2025, BRI Group membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp57,13 triliun. Capaian tersebut turut memperkuat posisi BRI sebagai salah satu bank nasional dengan jaringan dan skala bisnis yang luas.

Dengan dibukanya outlet baru di Safe & Lock, BRI tidak hanya memperluas titik pelayanan, tetapi juga mencoba menghadirkan layanan yang menyesuaikan karakter kawasan bisnis.

Kombinasi lokasi strategis, layanan transaksi perbankan, serta dukungan petugas yang mampu berbahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin diharapkan membuat outlet tersebut menjadi salah satu pilihan layanan perbankan bagi masyarakat dan pelaku usaha di kawasan Safe & Lock Sidoarjo.(Umm)