Surabaya, Diagramkota.com – Persebaya Surabaya berhasil mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 1-0 dalam laga perdana Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (26/7/2026). Gol semata wayang dicetak oleh pemain belakang Persija Radovan Pankov yang mencetak gol bunuh diri pada menit ke-63. Meski Persija sempat mencetak gol balasan melalui Denis Kolingner di akhir babak kedua, gol tersebut dianulir wasit karena offside.
Strategi Taktis dan Tekanan Ketat
Pertandingan ini berjalan sangat sengit meskipun hanya berstatus laga pra musim. Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengakui bahwa pertandingan ini berlangsung dengan tensi tinggi hingga membuatnya membatalkan rencana pergantian pemain awalnya. Menurutnya, kemenangan timnya bukanlah hasil dari gol bunuh diri lawan, tetapi lebih disebabkan oleh kerja keras para pemain yang mampu memberikan tekanan ketat sepanjang pertandingan.
“Gol itu tercipta karena kami melakukan pressing dengan baik hingga pemain lawan melakukan kesalahan passing,” ujar Bernardo Tavares usai pertandingan. Ia menekankan bahwa permainan timnya selama laga sangat efektif dan membantu meraih kemenangan.
Komentar Pelatih Persija
Sementara itu, pelatih Persija Shin Tae Yong (STY) mengakui bahwa gol bunuh diri yang terjadi di timnya disebabkan oleh salah komunikasi antara kiper Aqil dan Radovan Pankov. Meski begitu, ia tetap menyemangati Pankov agar tidak putus semangat. STY juga tidak mempermasalahkan gol Persija yang dianulir wasit karena dinilai offside. Ia mengaku sangat menghormati keputusan wasit dan akan memperbaiki situasi di pertandingan selanjutnya.
Persiapan untuk Laga Berikutnya
Dengan kemenangan ini, para pemain Persebaya Surabaya tentu lebih percaya diri menyambut laga kedua mereka di Piala Presiden 2026 kontra PSMS Medan, Rabu (29/7/2026) mendatang. Kemenangan ini menjadi modal penting bagi tim untuk terus meningkatkan performa mereka di turnamen ini.
Tantangan dan Pelajaran
Laga ini memberikan pelajaran berharga bagi kedua tim. Bagi Persebaya, kemenangan ini menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi kompetisi dengan strategi yang matang. Sementara bagi Persija, ini menjadi pengingat bahwa kesalahan kecil bisa berdampak besar dalam pertandingan profesional.




















