Hadapi Musim Hujan, BPBD Surabaya Perkuat Kompetensi Relawan Siaga Kota

Surabaya, Diagramkota.com – Musim hujan yang semakin dekat memicu langkah proaktif dari BPBD Kota Surabaya dalam meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi bencana hidrometeorologi. Salah satu upaya utamanya adalah pelatihan teknis bagi Relawan Siaga Kota Surabaya. Sebanyak 20 relawan mengikuti pelatihan pengoperasian mesin potong pohon (chainsaw) di Selasar Mako BPBD Kota Surabaya, Minggu (26/7). Pelatihan ini menjadi bagian dari strategi penanggulangan bencana yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, menekankan bahwa kemampuan teknis relawan sangat penting dalam mempercepat respons terhadap kejadian darurat. “Relawan dengan keterampilan yang memadai akan membantu petugas dalam menangani situasi seperti pohon tumbang yang mengganggu aktivitas warga atau akses jalan,” ujarnya.

Selain pelatihan, para relawan juga diperkenalkan dengan rompi lapangan baru sebagai identitas resmi mereka. Rompi tersebut disematkan secara simbolis untuk memperkuat peran relawan sebagai mitra pemerintah dalam pelayanan kedaruratan. Penggunaan identitas ini diharapkan mempermudah koordinasi di lapangan sehingga petugas dapat mengenali relawan yang telah memiliki kompetensi.

Linda menyatakan bahwa pelatihan ini tidak berhenti di sini. “Kami sudah siapkan pelatihan berikutnya dengan topik yang relevan bagi relawan. Kami berharap rekan-rekan menjadi masyarakat awam yang terlatih melalui program ini,” katanya.

Koordinator Siaga Kota Surabaya, Roni Noor Adam, menyambut positif pelatihan tersebut. Menurutnya, keterampilan mengoperasikan chainsaw sangat dibutuhkan karena relawan sering diterjunkan untuk membantu penanganan pohon tumbang maupun kejadian darurat lainnya. “Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami. Dengan bekal dari BPBD, kami berharap dapat membantu petugas sehingga penanganan kejadian berlangsung lebih cepat, aman, dan tepat,” ujarnya.

Roni menegaskan bahwa peningkatan kompetensi harus diimbangi dengan disiplin dalam menerapkan standar keselamatan kerja. Ia menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri seperti helm, sarung tangan, kacamata keselamatan, dan sepatu keselamatan. “Bagi kami, keselamatan personel adalah prioritas utama. Dengan bekerja secara aman, kami dapat memberikan bantuan yang maksimal kepada masyarakat,” tambahnya.

Komandan Kompi B BPBD Kota Surabaya, Tito Sumarsono, menekankan bahwa keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan harus diimplementasikan secara profesional dan bertanggung jawab. “Relawan adalah mitra strategis pemerintah dalam pelayanan kedaruratan. Saat bertugas, utamakan keselamatan diri, patuhi prosedur, jaga komunikasi, dan bangun koordinasi yang baik dengan seluruh unsur penanganan,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, BPBD Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh melalui kolaborasi dengan masyarakat. Penguatan kapasitas relawan diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi sekaligus mendukung pelayanan kedaruratan yang lebih profesional dan responsif.

FAQ:

  • Apa tujuan pelatihan ini?
    Tujuannya adalah meningkatkan kesiapan relawan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi, khususnya saat musim hujan.

  • Apa saja materi pelatihan yang diberikan?
    Materi utamanya adalah pengoperasian mesin potong pohon (chainsaw) dan penerapan standar keselamatan kerja.

  • Siapa yang mengikuti pelatihan?
    Sebanyak 20 relawan dari Relawan Siaga Kota Surabaya.

  • Apa manfaat pelatihan ini bagi masyarakat?
    Meningkatkan kecepatan dan efisiensi penanganan kejadian darurat seperti pohon tumbang atau banjir.