Penanganan Banjir di Surabaya Selatan: Strategi Pemkot dengan Pembangunan Rumah Pompa dan Storage Air
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota yang terletak di Jawa Timur, menghadapi tantangan signifikan dalam mengatasi banjir yang sering terjadi di wilayah selatannya. Untuk mengatasi masalah ini, Pemkot Surabaya telah merancang sejumlah strategi yang fokus pada pembangunan infrastruktur seperti rumah pompa dan storage air. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko genangan air dan meningkatkan kapasitas drainase kota.
Pembangunan Rumah Pompa di Titik Rawan Banjir
Salah satu langkah utama yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya adalah membangun rumah pompa di beberapa titik strategis. Lokasi-lokasi ini dipilih karena sering menjadi daerah yang rentan terkena banjir. Misalnya, kawasan Panjang Jiwo dan Medokan Semampir, termasuk depan Gereja Bethany Nginden, merupakan area yang selama ini sering tergenang air.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan bahwa pembangunan rumah pompa baru akan dilakukan pada tahun 2026. “Tujuan kami adalah agar tidak ada lagi banjir di wilayah selatan Surabaya pada tahun ini,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya perencanaan detail dalam penempatan rumah pompa, termasuk pengaturan aliran air dan elevasi saluran.
Peran Storage Air dalam Mengurangi Beban Saluran Irigasi
Selain rumah pompa, Pemkot juga berencana membangun storage air atau tempat penyimpanan air. Fungsi dari storage ini adalah untuk membagi aliran air agar tidak memberatkan saluran irigasi yang saat ini sudah tidak cukup menampung debit air hujan.
Eri menjelaskan bahwa penyebab utama beban saluran yang berlebihan adalah perubahan fungsi lahan. Dulu, air hujan secara alami meresap ke tanah, tetapi kini, karena padatnya permukiman, semua air langsung masuk ke saluran irigasi. Hal ini membuat saluran tidak mampu menyerap air secara efektif.
“Ketika tidak bisa dibangun, maka kita buat storage baru yang ada di jalan,” katanya. Storage air akan dibangun di lokasi-lokasi yang tidak memungkinkan pelebaran saluran, seperti di Jalan Tenggilis Mejoyo atau depan Apartemen Metropolis.
Adaptasi Metode Pembangunan Berdasarkan Kondisi Wilayah
Pemkot Surabaya juga melakukan penyesuaian metode pembangunan sesuai dengan kondisi saluran di setiap wilayah. Di kawasan Menanggal dan Gayung Kebonsari, misalnya, jika anggaran untuk box culvert belum memungkinkan, maka metode Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) akan digunakan.
Di sisi lain, di area yang memiliki jaringan SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi), pelebaran saluran tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu, solusi alternatif berupa storage air di jalan menjadi pilihan utama.
Optimisme Pemkot untuk Mencapai Target Bebas Banjir
Eri optimistis bahwa pembangunan infrastruktur tersebut akan berhasil mencapai target pada November 2026. Ia menegaskan bahwa wilayah-wilayah yang menjadi fokus penanganan akan bebas dari genangan air.
“Insyaallah bulan November, kalau pun terjadi hujan, maka titik-titik yang kami datangi tadi tidak terjadi lagi genangan di sana,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka pendek dalam mengatasi banjir di wilayah Surabaya Selatan.
Pentingnya Pemetaan Aliran Air dalam Rencana Penanggulangan Banjir
Menurut Eri, pemetaan aliran air menjadi kunci penting dalam penanganan banjir. Perubahan arah aliran, elevasi saluran, serta posisi rumah pompa harus dihitung secara detail agar hasilnya optimal.
Ia mengajak para lurah, camat, dan kepala dinas untuk memahami secara mendalam tentang aliran air. “Karena itu, kami mengajak teman-teman untuk memastikan dan memahami, bahwa aliran air seperti ini, ada yang kami balik aliran airnya, maka secara otomatis elevasinya harus tahu, terus rumah pompa-rumah pompanya di mana,” jelasnya.
Dengan strategi yang terencana dan komitmen tinggi dari Pemkot Surabaya, diharapkan Surabaya Selatan dapat segera terbebas dari ancaman banjir.***

>

Saat ini belum ada komentar