Parma Sukses Akhiri Tren Buruk dengan Kemenangan Tipis atas Sassuolo
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Parma berhasil mengakhiri tren buruk tiga kekalahan beruntun setelah memetik kemenangan tipis 1-0 atas Sassuolo pada laga terakhir Serie A. Hasil positif ini sekaligus memutus catatan tiga pertemuan terakhir tanpa kemenangan melawan rival sewilayah mereka tersebut.
Bertanding di markas sendiri, Parma yang berada di papan tengah langsung tampil menggebrak sejak awal babak pertama. The Crusaders menciptakan beberapa peluang emas dalam 20 menit pertama, di antaranya melalui tendangan voli Hans Nicolussi Caviglia dan sepakan melengkung Mateo Pellegrino yang masih menyamping tipis di sisi gawang.
Gempuran Parma berlanjut dari sisi kiri lapangan. Berawal dari umpan silang Emanuele Valeri, penjaga gawang Sassuolo, Stefano Turati, sempat melakukan blunder dengan menjatuhkan bola ke arah Daniel Mikolajewski. Namun, bola muntah tersebut gagal dimanfaatkan setelah sepakannya melambung di atas mistar.
Sassuolo perlahan mulai keluar dari tekanan dan memberikan perlawanan menjelang akhir babak pertama. Eksekusi tendangan bebas mendatar dari Domenico Berardi sempat gagal diamankan dengan sempurna oleh kiper Parma, Edoardo Corvi. Beruntung bagi tuan rumah, Tommaso Macchioni yang menyambar bola muntah gagal mengarahkan tembakan ke gawang, dan peluang lanjutan dari Ismaël Koné hanya membentur tiang gawang. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan kedua tim sedikit menurun dan peluang menjadi lebih sulit diciptakan. Tim tamu asuhan Fabio Grosso hampir membuka keunggulan tiga menit setelah jeda melalui kerja sama apik Armand Laurienté dan Berardi, namun penyelesaian akhir Laurienté masih melenceng dari target.
Parma segera merespons dan kembali menekan. Kiper Sassuolo, Stefano Turati, dipaksa melakukan penyelamatan akrobatik satu tangan untuk menepis tembakan keras dari Pellegrino.
Gelombang serangan Parma akhirnya membuahkan hasil manis pada menit ke-80. Memanfaatkan umpan silang akurat dari Pontus Almqvist, Mateo Pellegrino melompat paling tinggi untuk menyundul bola masuk ke dalam gawang sekaligus mengakhiri paceklik golnya dalam tujuh pertandingan terakhir.
Skor 1-0 bertahan hingga laga usai. Kemenangan ini membuat Parma menjaga tradisi apik dengan memenangkan pertandingan terakhir musim mereka untuk ketujuh kalinya dalam 11 musim terakhir di kasta tertinggi. Di sisi lain, kekalahan ini membuat Sassuolo menutup musim tanpa kemenangan dalam enam laga tandang beruntun, sekaligus menggagalkan ambisi mereka untuk menembus batas 50 poin dan finis di paruh atas klasemen.
Dalam keterangannya, Eduardo Corvi, kiper Parma, menekankan bahwa kemenangan ini merupakan hasil kerja keras seluruh pemain dan staf. “Kami tahu ini akan menjadi pertandingan sulit, tapi kami tetap fokus dan percaya pada kemampuan kami,” ujarnya.
Selain itu, Mateo Pellegrino, pencetak gol kemenangan, juga mengungkapkan rasa syukur atas kontribusinya. “Ini adalah momen penting bagi saya. Saya sangat senang bisa membantu tim meraih kemenangan di akhir musim,” katanya.
Kemenangan ini tidak hanya menjadi momentum penting bagi Parma, tetapi juga menjadi pembelajaran berharga bagi Sassuolo. Mereka harus segera melakukan evaluasi untuk memperbaiki performa di musim depan.***

>
>

Saat ini belum ada komentar