Como Mengukir Sejarah dengan Kemenangan Dramatis ke Liga Champions
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(Como 1907)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kemenangan dramatis yang diraih oleh Como dalam laga terakhir Serie A musim ini menjadi momen penting dalam sejarah klub. Dengan kemenangan 4-1 atas Cremonese, tim yang dilatih oleh Cesc Fabregas ini berhasil meraih tiket ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Dalam keterangannya, Fabregas menekankan bahwa pencapaian ini sangat berarti baginya. “Ini adalah salah satu pencapaian terbaik saya karena kami melakukannya dengan pemain muda, hampir semua di bawah usia 23 tahun. Itu luar biasa,” ujarnya.
Pertandingan tersebut dimulai dengan dominasi Como. Gol-gol dari Jesus Rodriguez dan Tasos Douvikas memberikan keunggulan dini bagi tuan rumah. Meski sempat tertinggal setelah Jamie Vardy dijatuhkan dan Federico Bonazzoli mencetak gol, Como tetap memegang kendali permainan.
Situasi semakin memanas ketika wasit menghadiahi penalti kontroversial kepada Como. Dalam waktu 20 menit terakhir, tiga pemain Cremonese mendapat kartu merah, termasuk Alberto Grassi yang diusir karena protes, serta Milan Djuric dan David Okereke yang sedang duduk di bangku cadangan.
Lucas da Cunha menambah gol keempat pada akhir pertandingan, memastikan kemenangan besar bagi Como. Hasil ini memastikan posisi mereka di empat besar Serie A dan memperoleh tiket ke Liga Champions.
Sebelum pertandingan, Como tahu bahwa mereka harus menang sambil berharap salah satu AC Milan atau Roma gagal meraih poin. Roma akhirnya memenangkan pertandingan mereka, namun kekalahan Milan 2-1 dari Cagliari membuat Como menggeser posisi mereka ke empat besar.
Hasil ini juga berdampak pada Juventus. Ketiga poin yang diraih Roma dan Como memastikan bahwa klub legendaris ini tidak akan tampil di Liga Champions musim depan.
Pertandingan antara Juventus dan Torino awalnya direncanakan kick-off pukul 19:45 BST, tetapi ditunda selama satu jam karena alasan keamanan setelah seorang pendukung Juventus dilarikan ke rumah sakit setelah bentrokan dengan fans Torino.
Luciano Spalletti, pelatih Juventus, membutuhkan kemenangan dan hasil buruk dari tiga tim di atasnya agar bisa masuk empat besar. Namun, oleh karena hasil yang diraih Roma dan Como, Juventus akhirnya harus puas berlaga di Liga Eropa.
Pada akhirnya, Juventus bermain imbang 2-2 melawan Torino. Dusan Vlahovic membuka keunggulan, namun dua gol balasan dari Cesare Casadei dan Che Adams membuat skor akhir menjadi imbang.***

>
>

Saat ini belum ada komentar