Wali Kota Surabaya Minta Warga Hindari Perjalanan ke Wilayah Konflik Timur Tengah
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 14 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kondisi politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah terus memanas akibat ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. Peristiwa terbaru menunjukkan bahwa serangan besar-besaran dari AS dan Israel telah menimbulkan korban di pihak Iran, sehingga memicu reaksi keras dari pihak yang terlibat. Situasi ini berdampak langsung pada masyarakat, termasuk warga Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau kepada seluruh warga untuk sementara waktu tidak melakukan perjalanan ke luar negeri, terutama ke wilayah yang sedang mengalami konflik. Ia menekankan pentingnya kesadaran akan risiko yang bisa terjadi dalam situasi seperti ini.
“Kita rapatkan juga warga Surabaya yang hari ini ketika kondisi Timur Tengah panas begini, ada (konflik) ini. Saya berharap warga Surabaya tidak ke luar negeri dulu ketika ada suasana seperti ini,” ujar Eri saat memberikan pernyataan kepada awak media di Tambaksari, Senin (2/3/2026).
Kewaspadaan Tinggi untuk Warga yang Berada di Wilayah Konflik
Selain itu, ia juga mengingatkan warga Surabaya yang saat ini sedang berada di kawasan Timur Tengah untuk tetap waspada. Menurutnya, situasi di wilayah tersebut sangat dinamis dan sulit diprediksi. Serangan bisa terjadi kapan saja, tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.
“Karena konflik ini tidak bisa diprediksi ada serangan-serangan di Timur Tengah. Jadi warga hati-hati yang ada di Timur Tengah,” tambah Eri.
Dampak Konflik pada Jemaah Umrah
Konflik yang terjadi juga berdampak pada jemaah umrah. Banyak penerbangan ke Tanah Air dibatalkan atau tertunda, sehingga membuat sejumlah jemaah terjebak di Arab Saudi. Pemkot Surabaya pun segera berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk memastikan kebutuhan dan keamanan warga Surabaya yang sedang menjalani ibadah umrah.
“Sudah kita dengan kemenag surabaya untuk berkoordinasi dengan kemenag dan mengetahui warga surabaya yang ada di sana,” ujarnya.
Langkah Preventif untuk Keamanan Warga
Pemkot Surabaya juga berupaya memastikan informasi yang diberikan kepada warga bersifat transparan dan akurat. Dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, langkah-langkah preventif menjadi sangat penting untuk melindungi kepentingan warga, baik yang berada di dalam maupun luar negeri.
Eri menegaskan bahwa pemerintah kota akan terus memantau situasi secara berkala dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Ia juga meminta warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh berita-berita yang belum tentu benar.
Penanganan Darurat dan Koordinasi dengan Pihak Terkait
Selain itu, pemkot juga berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait, seperti Kemenag, Kementerian Luar Negeri, serta lembaga keamanan lainnya. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua tindakan yang diambil sesuai dengan protokol darurat dan dapat membantu mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Dalam situasi seperti ini, kerja sama antara pemerintah daerah, pusat, dan lembaga internasional menjadi sangat penting. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan warga Surabaya dapat merasa aman dan nyaman, meskipun situasi di luar negeri sedang tidak stabil.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar