Perjuangan Perempuan di Valencia untuk Menjaga Keadilan dan Hak Asasi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 9 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Setiap tahun, pada 8 Maret yang diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional, masyarakat Valencia kembali turun ke jalan untuk menuntut kesetaraan dan melawan ketidakadilan. Tahun ini, demonstrasi yang digelar di pusat kota Valencia membawa tema âDemocrĂ cia sense feminisme = barbĂ rieâ (Demokrasi tanpa feminisme = kebrutalan). Para peserta menekankan pentingnya menjaga langkah-langkah progresif dalam perjuangan gender dan memastikan bahwa kebijakan feminis tidak dikurangi atau diabaikan.
Demonstrasi ini diselenggarakan oleh Moviment Feminista ValĂšncia, sebuah organisasi yang aktif dalam memperjuangkan hak-hak perempuan di wilayah tersebut. Dalam pernyataannya, koordinator gerakan feminis mengkritik partai politik tertentu yang dinilai melakukan pengambilalihan kebijakan feminis, terutama Partai Popular (PP) yang dituduh berkolaborasi dengan Vox di Komunitas Valencia. Salah satu contoh yang disebutkan adalah kesepakatan antara pemerintah daerah dan lembaga anti-kekerasan berbasis jenis kelamin yang sudah kedaluwarsa selama tiga tahun tanpa adanya upaya untuk merevisi atau memperbarui.
Kritik terhadap Kebijakan Pemerintah Daerah
Dalam manifestasi tersebut, para aktivis juga menyoroti beberapa kebijakan yang dianggap mundur dalam hal perlindungan hak perempuan. Salah satunya adalah penundaan pembaharuan Segundo Pacto de ValĂšncia, yang seharusnya mencakup perspektif aboliisionis secara eksplisit. Selain itu, ada kekhawatiran terkait penghapusan kata-kata inklusif dalam media dan lembaga publik Valencia. Ini dianggap sebagai langkah yang bertentangan dengan prinsip kesetaraan dan keberagaman.
Puri Liétor, salah satu juru bicara dari Koordinasi Feminis dan Front Abolicionista Valencia, menyatakan bahwa komunitas Valencia memiliki dua undang-undang yang secara eksplisit mengakui ketidaksetaraan struktural dan memberikan alat untuk melawan masalah tersebut. Namun, ia menilai bahwa kebijakan baru yang dikeluarkan oleh konsiliria edukasi menghilangkan konsep kesetaraan, yang dianggap sebagai tindakan yang merusak fondasi demokratis Valencia.
Isu Pengupahan dan Tanggung Jawab Sosial
Salah satu isu utama yang dibahas dalam demonstrasi ini adalah kesenjangan gaji antara laki-laki dan perempuan. Meskipun terjadi penurunan dalam lima tahun terakhir, angka ini masih mencapai 13%. Ălida Puig, yang juga menjadi juru bicara dari asosiasi, menegaskan bahwa penting untuk menciptakan tanggung jawab nyata dalam perawatan dan pengasuhan anak serta orang tua. Ia menambahkan bahwa perempuan masih sering meminta cuti setengah hari karena mereka harus mengurus keluarga.
Perspektif Feminis yang Berkelanjutan
Para aktivis menekankan bahwa feminisme bukan hanya tentang perjuangan individu, tetapi juga tentang perubahan sistemik. Mereka menyerukan agar institusi publik lebih aktif dalam menjaga hak-hak perempuan dan memastikan bahwa kebijakan yang ada tidak hanya menjadi retorika, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

>
>
>

Saat ini belum ada komentar