Peran Sektor Perumahan dalam Pertumbuhan Ekonomi, Pembangunan Hunian Subsidi Meikarta
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pembangunan kawasan perumahan di Indonesia memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurut data yang diperoleh, sektor ini telah berkontribusi sebesar 1,5 hingga 2% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini disampaikan oleh Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, yang menegaskan bahwa industri perumahan memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang sangat tinggi, berkisar antara 1,5 hingga 5 kali lipat.
Setiap rupiah yang diinvestasikan pada sektor properti dinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang berlipat ganda bagi negara. Ini karena adanya 185 subsektor ekonomi yang terkait langsung dengan rantai pasok bisnis properti, konstruksi, dan perumahan. Hashim menegaskan keyakinannya bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dapat tercapai, mengingat kontribusi dari sektor perumahan saja sudah mencapai angka tersebut.
Target Pembangunan 3 Juta Rumah Tahun Ini
Hashim, yang juga merupakan adik Presiden Prabowo, menjelaskan bahwa proyek perumahan menjadi tumpuan utama dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi minimal 8%. Ia menyatakan bahwa cita-cita pemerintah adalah mampu membangun 3 juta apartemen rumah setiap tahunnya. Alasannya adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mencapai target pertumbuhan sebesar 8%.
Menurut data dari Satgas Perumahan, saat ini terdapat 9 juta hingga 15 juta keluarga yang masuk dalam daftar tunggu untuk mendapatkan rumah layak huni. Angka ini menunjukkan urgensi penyediaan hunian yang selama ini belum terselesaikan oleh pemerintah. Selain itu, masih ada 27 juta keluarga Indonesia yang tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Oleh karena itu, sektor perumahan dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar dan ideal menjadi motor dalam mencapai pertumbuhan ekonomi tembus 8%.
Fokus pada Pengembangan Hunian Vertikal
Tahun ini, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara), mengungkapkan arah pembangunan program 3 juta rumah akan fokus mengembangkan hunian vertikal atau rumah susun (rusun) subsidi. Ara menegaskan bahwa prioritas utama tahun ini adalah membangun rumah susun subsidi untuk mempercepat suplai perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Pembangunan rusun subsidi ini akan dilakukan bersama dengan Lippo Group. Proyek ini resmi dimulai pada hari ini, Minggu (8/3/2026). Dalam laporannya, rusun subsidi Meikarta akan dibangun di atas lahan seluas 30 hektare (Ha) dan akan menyuplai hingga 140.000 unit rusun subsidi bagi MBR. Proyek ini diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah keluarga yang belum memiliki tempat tinggal layak huni serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Kesiapan Pemerintah dalam Membangun Infrastruktur Perumahan
Selain proyek Meikarta, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan akses perumahan bagi masyarakat. Program 3 juta rumah setiap tahunnya dirancang agar bisa menciptakan kesejahteraan sosial dan meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan demikian, sektor perumahan tidak hanya menjadi bagian dari kebijakan pemerintah, tetapi juga menjadi salah satu pilar utama dalam perekonomian Indonesia.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan swasta, serta komitmen yang kuat dalam pembangunan infrastruktur perumahan, diharapkan Indonesia dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar