Pemkot Surabaya Perkuat Kolaborasi dalam Penyaluran Zakat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat kerja sama dengan berbagai lembaga zakat dan Kementerian Agama untuk memastikan penyaluran zakat lebih efektif dan tepat sasaran. Dalam upaya ini, Pemkot menggelar rapat koordinasi bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya dan perwakilan Kemenag.
Rapat tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, yang mewakili Wali Kota Eri Cahyadi. Tujuan utamanya adalah membahas rencana kolaborasi antara pemerintah daerah dengan LAZ dalam rangka pengentasan kemiskinan melalui program zakat. Dalam kesempatan itu, Lilik menekankan pentingnya koordinasi untuk memastikan bantuan zakat tidak tumpang tindih dan bisa mencapai masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Tujuan dari rapat ini adalah agar proses pendistribusian zakat bisa sampai ke tempat yang paling tepat. Kami ingin memastikan bahwa semua bantuan yang diberikan memberikan manfaat nyata bagi warga Surabaya,” ujarnya.
Setelah pertemuan ini, Pemkot Surabaya akan melakukan koordinasi lanjutan dengan 34 LAZ yang ada di kota. Tidak hanya fokus pada pendistribusian zakat, pemkot juga akan membahas berbagai inisiatif lain, termasuk program Kampung Pancasila yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Meningkatkan Efisiensi dan Transparansi Penyaluran Zakat
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Muhammad Muslim, menyambut baik adanya kolaborasi ini. Menurutnya, kerja sama antara Pemkot, Baznas, dan LAZ dapat memastikan bantuan zakat lebih tepat sasaran dan efisien.
“Dari pantauan Pak Wali Kota, sering kali terjadi tumpang tindih dalam pemberian bantuan. Misalnya, satu orang menerima bantuan dari Baznas dan juga dari LAZ. Dengan rapat ini, kami berharap hal demikian tidak terjadi lagi,” katanya.
Muslim juga menyarankan agar pemberian zakat dilakukan melalui sistem pemetaan wilayah. Dengan demikian, setiap LAZ dapat memfokuskan bantuan kepada kelompok masyarakat tertentu yang membutuhkan. Selain itu, ia menyarankan penggunaan program seperti Kampung Zakat atau Kampung Pancasila sebagai wadah untuk memperluas dampak zakat.
Transformasi Mustahik Menjadi Muzakki
Salah satu tujuan utama dari kolaborasi ini adalah mendorong transformasi mustahik menjadi muzakki. Ini berarti masyarakat yang sebelumnya menerima zakat dapat menjadi pemberi zakat setelah mereka mampu secara ekonomi.
“Melalui zakat produktif, pelatihan, dan pendampingan, warga miskin didorong untuk menjadi mandiri. Dengan begitu, mereka bisa memiliki usaha dan akhirnya mampu berbagi kepada sesama,” jelas Muslim.
Ia berharap, dalam waktu satu tahun, jumlah mustahik yang berubah menjadi muzakki bisa meningkat. Untuk mencapai target ini, setiap LAZ diminta untuk mengumpulkan data warga miskin di Surabaya secara rinci. Dengan data yang terpola, Pemkot Surabaya dapat merancang program yang lebih tepat sasaran.
Peran LAZ dalam Pengentasan Kemiskinan
Lembaga Amil Zakat memiliki peran penting dalam pengentasan kemiskinan. Dengan keterlibatan aktif LAZ, penyaluran zakat dapat lebih luas dan berkelanjutan. Namun, untuk memastikan efektivitasnya, LAZ harus bekerja sama dengan pemerintah dan Kemenag dalam hal pengumpulan data dan pendistribusian bantuan.
“Kami harap LAZ bisa mengisi data mereka dengan lengkap, sehingga Pemkot Surabaya bisa memahami kondisi masyarakat secara keseluruhan,” tambah Muslim.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat
Selain itu, Lilik Arijanto juga mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan kebutuhan sesama. Ia menegaskan bahwa kemiskinan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.
“Kita harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa ada orang-orang yang membutuhkan bantuan, baik melalui zakat maupun cara lain. Semua pihak harus saling mendukung,” imbuhnya.
Dengan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, LAZ, dan masyarakat, penyaluran zakat di Surabaya diharapkan dapat menjadi lebih transparan, efisien, dan berdampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan warga.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar