Perubahan Status KBS: Langkah Menuju Pengelolaan yang Lebih Profesional, Harga Tiket Naik?
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 22 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kebun Binatang Surabaya (KBS) kini sedang mengalami transformasi penting dalam struktur pengelolaannya. Salah satu perubahan utama adalah rencana perubahan status dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda). Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Tujuan Transformasi
Pergeseran status ini bertujuan untuk menciptakan sistem pengelolaan yang lebih profesional dan berkelanjutan. Dengan status baru, KBS diharapkan dapat menjalankan fungsi konservasi satwa, edukasi, serta fasilitas rekreasi dengan lebih optimal. Selain itu, perubahan ini juga akan memberikan fleksibilitas manajerial yang lebih besar, sehingga memungkinkan pengembangan strategi bisnis yang lebih kokoh dan efisien.
Penyesuaian Harga Tiket Masuk
Salah satu isu utama yang dibahas dalam forum diskusi adalah penyesuaian harga tiket masuk. Saat ini, tarif tiket masuk KBS masih tetap sebesar Rp 15.000 per orang sejak tahun 2010. Namun, dengan adanya inflasi dan kebutuhan peningkatan standar layanan, pihak manajemen merasa bahwa penyesuaian tarif sudah sangat relevan dilakukan.
Direktur Operasional Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Nurika Widyasanti, menjelaskan bahwa rencana penyesuaian tarif akan berada pada kisaran antara Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per orang. Meskipun ada kenaikan, manajemen berharap angka tersebut tidak memberatkan masyarakat. Nurika menekankan bahwa kenaikan harga tiket dirancang agar tetap kompetitif dan terjangkau.
Partisipasi Stakeholder
Forum Aspiration Gathering yang digelar oleh PDTS KBS melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan DPRD, mitra usaha, pakar kesehatan hewan, praktisi wisata, dan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Tujuan dari forum ini adalah untuk mendapatkan masukan dan rekomendasi yang objektif serta konstruktif dalam pengembangan KBS selama lima tahun ke depan.
Nurika menyampaikan bahwa forum ini menjadi titik awal untuk memastikan bahwa KBS dapat dikelola secara berkelanjutan. “Kami ingin memastikan bahwa semua stakeholder memiliki suara dalam proses pengambilan keputusan,” ujarnya.
Masa Depan KBS
Dengan perubahan status dan penyesuaian tarif, KBS siap menghadapi tantangan di masa depan. Pihak manajemen berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses pendidikan lingkungan, serta menjaga keberlanjutan ekosistem di dalamnya. Selain itu, KBS juga berupaya untuk menjadikan dirinya sebagai pusat wisata edukasi yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Transformasi KBS dari PD menjadi Perumda merupakan langkah penting dalam upaya memperkuat tata kelola dan meningkatkan kualitas layanan. Dengan penyesuaian harga tiket yang disesuaikan dengan kondisi saat ini, KBS berharap bisa tetap menjadi destinasi favorit bagi masyarakat, sambil tetap menjaga prinsip keberlanjutan dan profesionalisme.

>

Saat ini belum ada komentar