Pengungkapan Mengejutkan: Potongan Kiswah Ka’bah Ternyata Dikirim ke Jeffrey Epstein
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Dokumen baru yang dirilis oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) mengungkap fakta mengejutkan terkait mantan pemodal kaya, Jeffrey Epstein. Dalam sejumlah email yang dibuka ke publik, terungkap bahwa Epstein pernah menerima potongan kain suci dari Ka’bah, atau yang dikenal sebagai Kiswah.
Kiswah adalah kain hitam bersulam emas yang digunakan untuk menutupi Ka’bah di Mekah, Arab Saudi. Setiap tahun, kain ini diganti dengan yang baru, dan potongan-potongan lama dianggap sebagai benda bernilai spiritual tinggi bagi umat Muslim.
Email yang ditemukan dalam berkas kasus Epstein menunjukkan bahwa pengiriman kain tersebut dilakukan melalui kargo udara dari Saudi ke Florida, AS. Proses pengiriman mencakup faktur, pengaturan bea cukai, dan pengiriman lokal di dalam negeri.
Pengirim Potongan Kiswah Terkait dengan Pihak Asing
Dalam korespondensi email, disebutkan bahwa seorang pengusaha wanita berbasis di Uni Emirat Arab (UEA), Aziza al-Ahmadi, bekerja sama dengan seorang pria bernama Abdullah al-Maari untuk mengatur pengiriman tiga potongan kain terkait Kiswah.
Salah satu potongan dikirimkan dari dalam Ka’bah, sementara yang lain merupakan kain penutup luar yang telah digunakan. Sementara itu, satu potongan lainnya dibuat dari bahan yang sama tetapi tidak digunakan. Potongan yang tidak digunakan diklasifikasikan sebagai “karya seni” agar pengiriman bisa dilewati tanpa mencurigakan.
Makna Spiritual Kain Kiswah yang Disampaikan ke Epstein
Dalam salah satu pesan email, Ahmadi menyampaikan makna spiritual dari kain tersebut. Ia menulis bahwa potongan kain hitam itu telah disentuh oleh setidaknya 10 juta umat Muslim dari berbagai denominasi, termasuk Sunni dan Syiah.
Ia juga menjelaskan bahwa setiap orang yang berkunjung ke Ka’bah melakukan tujuh putaran sekeliling bangunan suci tersebut. Mereka kemudian berusaha menyentuh kain tersebut sambil menyimpan doa, harapan, air mata, dan keinginan mereka pada potongan kain tersebut.
Kontroversi dan Spekulasi Mengenai Tujuan Pengiriman
Meski dokumen tersebut mengungkap pengiriman kain suci ke Epstein, tidak ada penjelasan jelas tentang hubungan antara Epstein dan pihak yang mengirimkan kain tersebut. Selain itu, tidak ada informasi mengenai alasan pengiriman kain tersebut kepadanya.
Aziza al-Ahmadi, yang dilaporkan memiliki kewarganegaraan Saudi, diketahui berbasis di UEA. Namun, hingga saat ini, belum ada respons resmi dari Kerajaan Saudi terkait laporan ini.
Jeffrey Epstein dan Hubungan dengan Pihak Luar
Epstein, yang dikenal sebagai pelaku kejahatan seks, meninggal di sel penjara pada 2019. Ia dituduh melakukan perdagangan seks dan kini dinyatakan sebagai korban bunuh diri. Namun, kematian ini memicu banyak spekulasi dan teori konspirasi.
Dalam memo FBI yang dirilis bersamaan dengan dokumen-dokumen kasus Epstein, disebutkan bahwa Epstein pernah bekerja sama dengan intelijen AS dan Israel. Memo tersebut menyebut bahwa Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, dan pernah dilatih sebagai mata-mata di bawah pimpinannya.
Kaitan dengan Kasus Lain yang Menghebohkan
Selain pengiriman kain Kiswah, dokumen Epstein juga mengungkap rencana akses ke aset Libya yang dibekukan. Hal ini menunjukkan bahwa Epstein memiliki jaringan luas dan keterlibatan dengan isu-isu politik dan ekonomi global.
Pengungkapan ini semakin memperkuat narasi bahwa Epstein bukan hanya seorang pemodal biasa, tetapi juga memiliki koneksi yang sangat kuat dengan berbagai pihak penting di dunia.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar