Penguatan Dasar Akademik Melalui Uji Bahasa Indonesia dan Matematika untuk SD dan SMP TKA 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 21 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menunjukkan perubahan signifikan dalam fokus ujian. Hanya dua mata pelajaran yang diuji, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika. Hal ini dilakukan sebagai upaya memperkuat fondasi kemampuan akademik siswa sejak dini.
Peran Bahasa Indonesia dalam Pengembangan Literasi
Bahasa Indonesia menjadi salah satu komponen utama dalam proses pembelajaran siswa. Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menjelaskan bahwa kemampuan berbahasa adalah kunci untuk mengembangkan literasi. Siswa yang mampu memahami bacaan secara mendalam serta menyampaikan gagasan dengan struktur logis akan lebih mudah memahami materi pelajaran lainnya.
“Bahasa Indonesia tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi, tetapi juga sebagai alat untuk berpikir kritis dan memproses informasi,” ujarnya. Dengan penguasaan bahasa yang baik, siswa akan memiliki dasar yang kuat untuk belajar berbagai disiplin ilmu.
Matematika sebagai Fondasi Numerasi
Di sisi lain, Matematika menjadi pengukur kemampuan numerasi siswa. Mata pelajaran ini melatih siswa dalam berhitung, membaca data, serta menyelesaikan masalah secara sistematis. Kemampuan ini sangat relevan dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari, mulai dari menghitung kebutuhan rumah tangga hingga memahami konsep statistik.
Rahmawati menekankan bahwa penguasaan matematika tidak hanya terbatas pada penjumlahan atau pengurangan. “Kemampuan numerasi melibatkan pemahaman tentang pola, hubungan antar bilangan, dan logika matematis,” tambahnya.
Kebijakan TKA yang Berorientasi pada Dasar
Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 bersifat tidak wajib, namun hasilnya dapat menjadi indikator objektif kemampuan belajar siswa. Dengan fokus pada Bahasa Indonesia dan Matematika, TKA bertujuan untuk memastikan siswa memiliki dasar yang kuat sebelum menghadapi tantangan akademik di tingkat yang lebih tinggi.
Pada tahun ini, siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP akan mengikuti tes tersebut. Saat ini, pendaftaran masih terbuka bagi peserta yang ingin mengikuti asesmen ini.
Masa Depan Pendidikan yang Lebih Berkualitas
Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap bisa meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Jika literasi dan numerasi siswa sudah kuat, maka mereka akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
“Dasar yang kuat akan memberikan kepercayaan diri dan kemampuan untuk belajar lebih cepat,” kata Rahmawati. Dengan demikian, TKA 2026 bukan sekadar ujian, tetapi bagian dari strategi untuk menciptakan generasi yang lebih unggul. ***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar