Kehidupan Giuliano Simeone di Bawah Nama Sendiri
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Giuliano Simeone, seorang penyerang muda yang bermain untuk Atlético de Madrid, memiliki kisah unik dalam hidupnya. Selain menjadi putra dari pelatih legendaris Diego Simeone, ia memilih untuk tidak menggunakan nama keluarganya di jersey. Hal ini membuatnya terasa lebih khusus dan menunjukkan keinginannya untuk menciptakan identitas sendiri.
Mengapa Ia Tidak Menggunakan Nama Simeone?
Saat berbicara tentang pengalaman hidupnya bersama ayahnya di ruang ganti, Giuliano mengungkapkan bahwa hal itu kadang-kadang terasa aneh karena apa yang orang lain pikirkan tentang dirinya. Namun, ia menghadapi situasi ini dengan penuh humor. Dalam wawancara dengan Jorge Valdano, ia menyampaikan bahwa hubungan antara dirinya dan ayahnya sangat alami dan profesional. “Itu sangat alami… Aku tidak tahu mengapa, mungkin dia menyembunyikannya dengan baik,” katanya.
Identitas Sepak Bola yang Jelas
Dalam percakapan tersebut, Giuliano juga menjelaskan bahwa ia tidak hanya mengikuti gaya pelatihan ayahnya, tetapi juga menghormati pelatih-pelatih lain seperti Pep Guardiola dan Luis Enrique. Meskipun demikian, ia secara jelas menyatakan bahwa ia adalah penggemar setia ayahnya, Cholo. “Apakah aku seorang pengikut Cholo? Ya, tentu saja,” ujarnya.
Pengalaman Pribadi yang Membentuknya
Salah satu momen penting dalam hidup Giuliano adalah ketika ia berusia 18 tahun. Saat itu, ayahnya memberinya perintah keras untuk meninggalkan rumah dan menjadi mandiri. “Aku tidak bisa tinggal bersama ayahku. Ketika aku berusia 18, dia bilang, ‘Kau sudah dewasa, tinggalkan rumahku dan jadilah laki-laki,’” kenangnya sambil tertawa.
Memilih Nama Sendiri
Selain itu, Giuliano juga bercerita tentang alasan ia memilih untuk menggunakan nama “Giuliano” di jersey. Ia menjelaskan bahwa saat ia naik ke tim cadangan, ia merasa perlu untuk menunjukkan identitasnya sendiri. “Ketika aku pindah ke tim cadangan, ini pertama kalinya aku akan memiliki nama di belakang jersey. Saudara-saudaraku dan ayahku menggunakan Simeone, tapi aku selalu ingin membuat jalanku sendiri tanpa nama keluarga,” katanya.
Perjalanan Karier Awal
Sebelum bergabung dengan Atlético de Madrid, Giuliano memiliki pengalaman berharga di Real Zaragoza dan Deportivo Alavés. Pengalaman ini menjadi fondasi penting dalam perkembangannya sebagai pemain sepak bola. Bahkan, ia sempat mengalami cedera serius yang hampir membuatnya berhenti bermain. “Aku melihat pergelangan kakiku membengkok ke arah lain dan berkata, ‘Aku tidak akan pernah bermain sepak bola lagi.’”
Tujuan dan Keinginan
Dengan kepribadian yang kuat, rasa humor yang baik, dan identitas yang jelas, Giuliano Simeone menunjukkan bahwa meskipun nama keluarganya memiliki bobot, tujuannya adalah membangun jalannya sendiri, baik di dalam maupun di luar ruang ganti. Ia ingin dikenal sebagai Giuliano, bukan hanya sebagai putra dari seorang legenda.

>

Saat ini belum ada komentar