Kecerdasan Buatan (AI), Pergeseran Karier di Tengah Kemajuan Teknologi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Teknologi kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia kerja, terutama di kalangan pekerja kantoran. Banyak dari mereka yang sebelumnya bekerja di bidang profesional mulai beralih ke pekerjaan tradisional karena kekhawatiran akan penggantian oleh AI. Namun, perubahan ini tidak selalu mudah dan sering kali melibatkan penurunan gaji serta tantangan baru dalam kehidupan sehari-hari.
Pengalaman Jacqueline Bowman: Dari Penulis Menjadi Terapis
Jacqueline Bowman, seorang penulis yang bermimpi menjadi jurnalis sejak kecil, mengalami perubahan besar dalam karier akibat kemajuan AI. Ia memulai karier dengan menulis konten pemasaran dan jurnalisme, tetapi pada tahun 2024, banyak pekerjaannya mulai berkurang karena perusahaan mulai menggunakan AI untuk menghasilkan konten. Meskipun ia diberi tugas sebagai editor untuk mengoreksi tulisan AI, waktu yang dibutuhkan justru meningkat dua kali lipat, sementara pendapatan hanya setengah dari sebelumnya.
Bowman juga merasa kesal karena beberapa klien menuduhnya menggunakan AI untuk menulis, meskipun ia tidak pernah melakukannya. Akhirnya, ia memutuskan untuk beralih ke bidang terapi, yang ia anggap lebih “tahan AI”. Meski demikian, ia mengakui bahwa perubahan ini tidak mudah dan membutuhkan retraining serta pinjaman.
Perubahan Janet Feenstra: Dari Editor Akademik Menjadi Tukang Roti
Janet Feenstra, mantan editor akademik di Swedia, juga mengalami perubahan karier akibat ancaman AI. Ia memilih untuk beralih ke industri roti, di mana ia merasa memiliki lebih banyak kebebasan dan kepuasan. Meski ia menyukai pekerjaan barunya, ia merasa bahwa perubahan ini dipaksa oleh situasi ekonomi dan ketakutan akan penggantian oleh AI. Kini, ia harus menerima gaji yang lebih rendah dan beban fisik yang lebih berat, tetapi ia tetap berharap bisa memiliki usaha sendiri di masa depan.
Perspektif Profesional tentang AI dan Pekerjaan
Ahli teknologi seperti Carl Benedikt Frey menilai bahwa pekerjaan manual cenderung lebih sulit diotomasi oleh AI. Namun, ia juga mengingatkan bahwa AI akan memengaruhi berbagai industri, termasuk pekerjaan tradisional. Ia menyarankan agar para pekerja mempersiapkan diri dengan mengembangkan keterampilan dalam bekerja sama dengan AI, terutama bagi mereka yang masih dalam tahap awal karier.
Di sisi lain, Dr. Bouke Klein Teeselink dari King’s College London mencatat bahwa AI akan mengurangi peluang kerja di bidang seperti teknik perangkat lunak dan konsultasi manajemen. Namun, ia percaya bahwa teknologi baru akan menciptakan pekerjaan baru, meskipun prosesnya membutuhkan waktu.
Adaptasi dan Tantangan Baru
Banyak pekerja yang beralih ke pekerjaan tradisional menghadapi tantangan fisik dan mental. Richard, mantan ahli kesehatan dan keselamatan, mengatakan bahwa pekerjaan di bidang teknik listrik membutuhkan daya tahan yang tinggi, terutama bagi mereka yang sudah berusia. Sementara itu, Bethan, seorang pekerja di kafe, mengalami kesulitan karena kondisi kesehatannya, yang membuatnya tidak bisa bekerja lama.
Para pekerja ini menunjukkan bahwa perubahan karier akibat AI bukanlah hal yang mudah. Mereka harus beradaptasi dengan lingkungan kerja yang berbeda, sering kali dengan gaji yang lebih rendah dan beban kerja yang lebih berat. Namun, mereka tetap berusaha untuk menemukan jalur yang lebih stabil dan layak di tengah perubahan teknologi.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar