Groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase I, PT Garam Bangun Pabrik Garam Olahan Segoromadu 2 di Gresik
- account_circle Teguh Priyono
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah bersama BUMN resmi memulai tahap awal proyek hilirisasi nasional melalui groundbreaking fase pertama sejumlah proyek strategis, salah satunya pembangunan Pabrik Garam Olahan Segoromadu 2 milik PT Garam (Persero) yang berlokasi di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Jum,at sore 6/2/2026.
Direktur Supply Chain Management dan Teknologi Informasi ID FOOD, holding BUMN pangan yang menaungi PT Garam, Bernadetta Raras, menyampaikan bahwa penguatan industri garam nasional tidak dapat dilepaskan dari penerapan teknologi modern serta kolaborasi lintas sektor.
Peresmian ini menjadi bagian dari langkah besar pemerintah dalam memperkuat struktur industri nasional, meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri, serta mempercepat kemandirian ekonomi melalui hilirisasi terintegrasi lintas sektor, mulai dari energi, kimia, mineral,parmasi, hingga pangan.
Acara groundbreaking dilaksanakan secara hybrid dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi, serta diikuti oleh para pemangku kepentingan dari berbagai daerah di Indonesia yang turut melaksanakan proyek hilirisasi fase pertama.
Transformasi PT Garam Menuju Industri Modern
Direktur Utama PT Garam (Persero), Abraham Moses, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan Pabrik Garam Olahan Segoromadu 2 merupakan wujud nyata transformasi PT Garam dari produsen berbasis komoditas menjadi industri garam modern yang terintegrasi, berbasis teknologi, dan berdaya saing global.
Proyek Segoromadu 2 ini memiliki kapasitas produksi hingga 80.000 ton per tahun, dengan nilai investasi sekitar Rp112 miliar, serta mampu menyerap sekitar 200 tenaga kerja. Proyek ini sepenuhnya didanai oleh PT Garam sebagai komitmen internal perusahaan dalam memperkuat hilirisasi produk bernilai tambah,” ujar Abraham.
Selain proyek di Gresik, PT Garam juga melaksanakan groundbreaking dua proyek strategis lainnya secara bersamaan, yakni:
Pabrik garam bahan baku industri berteknologi MVR di Kabupaten Sampang, Madura, berkapasitas 200.000 ton per tahun dengan nilai investasi sekitar Rp2 triliun.
Pabrik garam bahan baku industri di Manyar, Gresik, berkapasitas 100.000 ton per tahun melalui kerja sama strategis dengan Unilever.
Dorong Ketahanan Industri dan Cipta Lapangan Kerja
Proyek-proyek hilirisasi ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan, meningkatkan ketahanan industri nasional, serta membuka lapangan kerja baru di daerah.
PT Garam juga melaporkan masih memiliki tujuh proyek strategis lainnya yang direncanakan memulai tahap pembangunan pada tahun ini, termasuk pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam di Nusa Tenggara Timur serta kerja sama dengan Pertamina dalam pembangunan fasilitas pengolahan garam di Balikpapan dengan potensi tambahan
produksi hingga 4 juta ton.
Bagian dari Strategi Hilirisasi Nasional
CEO Danantara Indonesia, Roslan Roeslani, dalam sambutannya menegaskan bahwa hilirisasi merupakan prioritas utama pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi nasional.
Investasi hilirisasi ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi daerah, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sepanjang tahun 2025, kontribusi investasi hilirisasi terhadap total investasi nasional mencapai sekitar 30 persen, dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat.
Simbol Dimulainya Hilirisasi Fase Pertama
Prosesi groundbreaking ditandai dengan penekanan tombol secara simbolis oleh para pejabat yang hadir, baik secara langsung maupun melalui sambungan daring dari berbagai daerah. Momen tersebut menandai dimulainya pelaksanaan proyek hilirisasi fase pertama di lebih dari 13 wilayah di Indonesia.
Dengan dimulainya pembangunan Pabrik Garam Olahan Segoromadu 2 dan proyek strategis lainnya, pemerintah berharap hilirisasi nasional mampu menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya industri nasional yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia ke depan. (Dk/nns)
- Penulis: Teguh Priyono

>
