Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Di Balik Layar: Ketika Idealisme Pers Bertemu Realitas Ekonomi

Di Balik Layar: Ketika Idealisme Pers Bertemu Realitas Ekonomi

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pernyataan satir di awal tulisan ini, meski mengandung kebenaran, cenderung mengabaikan konteks struktural yang lebih besar. Pertanyaan yang lebih fundamental seharusnya adalah: mengapa ekosistem media kita begitu rentan terhadap intervensi ekonomi?

Mengapa model bisnis media—khususnya media lokal—belum menemukan formula berkelanjutan yang tidak bergantung pada iklan pemerintah? Mengapa diversifikasi sumber pendapatan masih menjadi barang mewah bagi kebanyakan media daerah? Dan mengapa pemerintah—baik pusat maupun daerah—bisa menggunakan anggaran iklan sebagai alat leverage politik?

Mengkritik media yang “menerima” iklan pemda tanpa menawarkan solusi konkret untuk dilema ekonomi yang dihadapi, sama seperti mengkritik orang miskin yang terpaksa berutang untuk makan. Kritik semacam ini lebih terasa seperti moralisme dari menara gading ketimbang refleksi yang membumi.

Jalan Tengah: Kompromi Tanpa Kehilangan Integritas

Lalu, apa yang bisa dilakukan? Apakah media harus memilih antara mati syahid demi idealisme atau hidup dengan kompromi total?

Jawabannya mungkin ada di jalan tengah—sebuah kompromi yang cerdas tanpa mengorbankan integritas inti. Beberapa prinsip yang bisa dijaga:

Pertama, pemisahan editorial dan bisnis. Tim redaksi harus memiliki otonomi penuh dalam menentukan konten, terpisah dari tim yang menangani iklan. Ini bukan hal mudah di media kecil dengan SDM terbatas, tetapi tetap bisa diupayakan melalui mekanisme internal yang jelas.

Kedua, selektif dalam memilih pertempuran. Tidak semua isu membutuhkan peliputan investigatif mendalam. Media bisa tetap kritis pada isu-isu yang benar-benar substansial dan berdampak luas, sambil tetap memberikan liputan berimbang pada program-program pemerintah yang memang layak diapresiasi.

Ketiga, transparansi yang proporsional. Media bisa terbuka soal sumber pendanaan tanpa harus merinci setiap rupiah. Yang penting, pembaca tahu bahwa media memiliki sumber pendapatan dari berbagai pihak, termasuk iklan pemerintah, tetapi tetap menjaga independensi editorial.

Keempat, diversifikasi bertahap. Meski sulit, upaya mencari sumber pendapatan alternatif—dari sponsor swasta, program membership, hingga konten berbayar—perlu terus dilakukan agar ketergantungan pada satu sumber bisa diminimalkan.

Kelima, membangun relasi yang sehat. Komunikasi terbuka dengan pemda tentang prinsip jurnalisme bisa membantu. Banyak pejabat yang sebenarnya paham fungsi pers, dan bisa diajak berdialog tentang bagaimana iklan dan kritik bisa berjalan berdampingan. Yang kritis untuk kepentingan pribadi mungkin sulit dikompromikan, tetapi yang kritis untuk kepentingan publik seharusnya bisa diakomodasi dalam kerangka profesional.

Refleksi Bersama

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Komisi A Desak Pemkot Harus Tegas Dalam Menertibkan Panti Pijat dan Spa

    Ketua Komisi A Desak Pemkot Harus Tegas Dalam Menertibkan Panti Pijat dan Spa

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 231
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Komisi A DPRD Surabaya mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) bertindak lebih tegas dalam menertibkan panti pijat dan spa yang melanggar aturan. Hal ini disampaikan menyusul pemanggilan para pengusaha panti pijat dan spa oleh Satpol PP Surabaya pada 24–25 April 2025. Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko mengingatkan bahwa permasalahan tempat usaha bertopeng […]

  • Sepak Bola Indonesia, Sanksi FIFA

    Kondisi Sepak Bola Indonesia: Sanksi FIFA yang Menggegerkan

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 51
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sanksi yang diberikan oleh Komite Disiplin FIFA. Sanksi ini mencakup larangan mendampingi timnas dalam 20 pertandingan serta denda sebesar Rp324 juta. Tindakan tersebut dianggap sebagai konsekuensi dari peristiwa yang terjadi saat laga kualifikasi Piala Dunia 2026 antara timnas melawan Irak pada 11 Oktober 2025. Sumardji dituduh […]

  • Khun Top Leicester

    Ketua Leicester Kepemimpinan Khun Top dan Kebijakan yang Tidak Sesuai dengan Janji

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 98
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemilik klub Leicester City, Khun Top, telah menunjukkan tanda-tanda bahwa ia tidak memenuhi janji-janji yang ia berikan kepada para penggemar. Sebelum masa liburan musim dingin, ketika tim Leicester sedang mengalami penurunan performa, pemilik klub ini membuat beberapa pernyataan. Salah satunya adalah mengakui kekurangan-kekurangan dirinya sendiri dan menyatakan niat untuk memperbaiki hubungan antara suporter dan […]

  • jalan raya tugurejo kediri

    Kecelakaan Empat Kendaraan di Jalan Raya Tugurejo, Dua Orang Tewas

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 260
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kecelakaan mematikan terjadi di Jalan Raya Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Selasa (26/8/2025) pagi. Peristiwa yang melibatkan empat kendaraan mengakibatkan dua pengendara sepeda motor tewas di tempat kejadian. Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Kediri segera datang ke lokasi kejadian (TKP) guna melakukan penyelidikan di tempat kejadian. Akibat kecelakaan tersebut, lalu […]

  • Gempa Bumi Magnitudo 3,6 Mengguncang Kabupaten Blitar, Jawa Timur

    Gempa Bumi Magnitudo 3,6 Mengguncang Kabupaten Blitar, Jawa Timur

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 120
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 3,6 mengguncang Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Selasa (27/1/2026) pukul 07:15 WIB. Peristiwa ini tercatat sebagai gempa dangkal yang berada pada kedalaman 5 kilometer. BMKG mencatat lokasi episenter gempa berada di koordinat 10,89 Lintang Selatan (LS) dan 112,31 Bujur Timur (BT), atau sekitar 306 kilometer Tenggara Kabupaten Blitar. […]

  • Penanganan HIV/AIDS di Surabaya

    Penanganan HIV/AIDS di Surabaya: Data dan Upaya Pencegahan yang Dilakukan Dinkes, Catat 985 Kasus Sepanjang 2025

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 91
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, sebagai kota besar di Jawa Timur, terus berupaya menghadapi tantangan penyebaran HIV/AIDS. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, sepanjang tahun 2025, telah tercatat sebanyak 985 kasus HIV dan AIDS yang ditangani. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 10,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 2024. Nanik Sukristina, Kepala Dinkes Surabaya, menjelaskan bahwa dari […]

expand_less