Visi Presiden Prabowo: Menghilangkan Kemiskinan Ekstrem pada 2029
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sen, 12 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM –Â Presiden Joko Widodo, dalam berbagai kesempatan, menyampaikan visi yang ambisius terkait pengurangan kemiskinan di Indonesia. Salah satu target utamanya adalah menghapus kelompok masyarakat yang termasuk dalam kategori kemiskinan ekstrem. Dalam pidatonya di acara peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, ia menegaskan bahwa tujuan tersebut akan dicapai pada tahun 2029.
Kategori Kemiskinan Ekstrem dan Target Jangka Panjang
Kemiskinan ekstrem didefinisikan sebagai kondisi di mana individu memiliki pengeluaran per kapita di bawah USD 2,15 PPP per hari, sesuai standar Bank Dunia tahun 2017. Namun, baru-baru ini, Bank Dunia telah memperbarui standar tersebut menjadi USD 3 PPP per hari untuk negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah, termasuk Indonesia.
Presiden Prabowo menyoroti pentingnya memperhatikan dua kelompok terbawah dalam pembagian kesejahteraan penduduk, yaitu desil 1 dan desil 2. Desil 1 mencakup 10 persen penduduk paling miskin, sementara desil 2 mencakup 11-20 persen penduduk berpenghasilan rendah. Ia berharap bahwa pada akhir masa jabatannya, kedua kelompok ini dapat diberdayakan sehingga tidak lagi termasuk dalam kategori kemiskinan ekstrem.
Data Terkini dan Tren Penurunan
Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), jumlah penduduk miskin ekstrem pada Maret 2025 sebanyak 2,38 juta orang. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan dengan September 2024, di mana jumlahnya mencapai 2,78 juta orang. Bahkan, jika dibandingkan dengan Maret 2024, angka ini turun sebesar 1,18 juta orang.
Secara persentase, tingkat kemiskinan ekstrem terhadap total populasi pada Maret 2025 mencapai 0,85 persen, turun sekitar 0,14 poin dari September 2024. Tren penurunan ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah dalam mengurangi kemiskinan ekstrem mulai memberikan hasil.
Optimisme Presiden tentang Keberhasilan
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menunjukkan rasa percaya diri bahwa Indonesia bisa menjadi negara maju. Ia menekankan bahwa negara ini telah mencatatkan prestasi yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, Indonesia tidak hanya bisa berprestasi, tetapi juga akan bangkit menjadi negara yang sejahtera dan makmur.
“Indonesia berprestasi, Indonesia bisa berprestasi, Indonesia akan berprestasi dan Indonesia akan bangkit menjadi negara yang baik negara yang maju, negara yang sejahtera,” ujarnya.
Strategi dan Kebijakan yang Diperlukan
Untuk mencapai target tersebut, diperlukan strategi yang komprehensif dan berkelanjutan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Peningkatan akses layanan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat miskin
- Pengembangan ekonomi daerah melalui program pemberdayaan masyarakat
- Penguatan sistem perlindungan sosial yang lebih efektif dan merata
- Peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan
Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sangat penting dalam mewujudkan visi ini. Dengan pendekatan yang tepat, Indonesia dapat mencapai tujuannya untuk menghilangkan kemiskinan ekstrem dalam waktu dekat.***





Saat ini belum ada komentar