Target Februari Rampung, Proyek Rumah Pompa yang Tertunda di Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa sebagian besar proyek infrastruktur yang direncanakan pada tahun anggaran 2025 telah rampung tepat waktu. Namun, terdapat dua proyek strategis yang mengalami keterlambatan. Kedua proyek tersebut adalah pembangunan rumah pompa di Jalan Ahmad Yani dan Tengger, yang tidak dapat diselesaikan oleh pihak ketiga sesuai jadwal.
Samsul Hariadi, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, menjelaskan bahwa dua proyek ini gagal diselesaikan karena wanprestasi dari kontraktornya. Akibatnya, Pemkot Surabaya memutus kontrak kerja dengan pihak tersebut dan memberikan sanksi berupa blacklist selama dua tahun, sehingga mereka tidak bisa lagi mengerjakan proyek Pemkot.
Pengambilalihan Proyek oleh Dinas Terkait
Untuk memastikan fasilitas penanggulangan banjir tersebut segera dapat digunakan, Pemkot Surabaya memutuskan untuk tidak melakukan lelang ulang yang memakan waktu lama. Alih-alih, pengerjaan proyek diambil alih langsung oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) melalui sistem sewa kelola. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat proses pengerjaan dan memastikan keandalan infrastruktur tersebut.
Hidayat Syah, Kepala DSDABM Surabaya, menambahkan bahwa pengerjaan fisik kini dilanjutkan oleh tenaga Satgas Pekerjaan Umum (PU) untuk menuntaskan kekurangan pengerjaan yang tersisa. Ia menegaskan bahwa pengerjaan tersebut akan selesai dalam bulan Februari 2026.
Prioritas Operasional Rumah Pompa
Langkah percepatan operasional dua rumah pompa ini menjadi prioritas, mengingat prediksi BMKG yang menyebut puncak musim hujan di Surabaya akan terjadi pada bulan Februari 2026. Keberadaan dua pompa ini sangat krusial untuk menjaga aliran air di titik-titik rawan genangan seperti wilayah Surabaya Selatan dan Surabaya Barat.
Selain menuntaskan dua proyek fisik itu, DSDABM juga mengoptimalkan 83 rumah pompa yang sudah ada, serta menyiagakan alat berat dan personel satgas untuk melakukan pengerukan sedimen dan pembersihan saluran di berbagai wilayah guna memastikan aliran air lancar saat hujan intensitas tinggi melanda.
Peran Penting Infrastruktur Penanggulangan Banjir
Proyek rumah pompa ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Surabaya dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan banjir. Dengan adanya infrastruktur ini, diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di wilayah-wilayah yang sering tergenang, terutama saat musim hujan tiba. Selain itu, Pemkot juga terus memantau perkembangan cuaca dan mempersiapkan segala kemungkinan yang bisa terjadi.
Upaya Pemkot dalam Menghadapi Musim Hujan
Pemkot Surabaya tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur tetapi juga pada pengelolaan sumber daya air secara efisien. Dengan kolaborasi antara DSDABM dan Satgas PU, diharapkan proyek ini dapat segera beroperasi dan membantu masyarakat dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Selain itu, Pemkot juga terus memperkuat sistem peringatan dini dan mitigasi bencana, termasuk dalam hal banjir. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga dan keberlanjutan lingkungan hidup di kota Surabaya.***

>

Saat ini belum ada komentar