Sejarah yang Tersembunyi di Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sab, 10 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Wilayah Kecamatan Donomulyo di Kabupaten Malang menyimpan berbagai cerita sejarah yang mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Daerah ini tidak hanya kaya akan alam tetapi juga memiliki warisan budaya dan peristiwa penting yang menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat setempat.
Warisan Budaya yang Berlapis
Di tengah keindahan alam dan kehidupan sosial yang khas, Donomulyo menyimpan jejak-jejak sejarah yang menarik untuk ditelusuri. Banyak desa yang terletak di wilayah ini memiliki nama-nama yang bermakna dalam, seperti Desa Mentaraman. Nama tersebut diyakini berasal dari kumpulan orang-orang yang berasal dari Mataram, mencari tempat aman setelah situasi perang yang mengguncang masa lalu.
Selain itu, Desa Sumberoto juga memiliki makna penting dalam sejarah daerah ini. Di sini terdapat Monumen Polri yang menjadi pengingat akan peristiwa tragis pada tahun 1948. Monumen ini dibangun sebagai tanda penghormatan terhadap empat anggota polisi yang gugur akibat pembantaian oleh kelompok PKI. Mereka adalah Inspektur Polisi Lilik Puguh, Agen Polisi A. Jusuf, Agen Polisi Musiatun, dan Agen Polisi Pramu.
Peran Museum dalam Melestarikan Sejarah
Monumen Polri di Desa Sumberoto tidak hanya menjadi tempat peringatan tetapi juga menjadi salah satu objek wisata edukasi. Museum Polri yang ada di lokasi ini menyimpan berbagai dokumentasi dan benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan perjuangan dan korban-korban yang terjadi pada masa lalu. Kunjungan tim Jejak Kearifan Amartya Bhumi ke lokasi ini memberikan wawasan lebih dalam tentang sejarah yang terkubur di balik keindahan alam dan kehidupan masyarakat setempat.
Pengakuan dari Tokoh Setempat
Kapolsek Donomulyo AKP Gunawan Marsudi menjelaskan bahwa monumen ini memiliki makna penting bagi masyarakat setempat. Ia mengungkapkan bahwa empat anggota polisi tersebut ditemukan meninggal setelah diculik dan diseret ke daerah ini. “Ceritanya, empat anggota polisi yang namanya diabadikan di Museum Polri ini korban pembantaian PKI di tempat ini,” ujarnya.
Potensi Wisata Sejarah
Dengan adanya monumen dan museum yang menyimpan berbagai informasi sejarah, Donomulyo memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah. Tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang indah, daerah ini juga bisa menjadi tempat untuk belajar tentang perjuangan dan peradaban masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Malang Selatan.
Donomulyo, meskipun tidak selalu menjadi pusat perhatian, memiliki banyak hal yang bisa dipelajari dan dinikmati. Dari sejarah perjuangan hingga warisan budaya yang masih terjaga, daerah ini menawarkan pengalaman unik bagi siapa saja yang ingin menjelajahi masa lalu dan kekayaan lokal. Dengan penjelasan dari tokoh setempat dan keberadaan museum serta monumen, Donomulyo bisa menjadi contoh bagaimana sejarah dapat dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang.***





Saat ini belum ada komentar