Rekomendasi Saham untuk Awal Tahun 2026: Analisis dan Strategi Investasi BUMI, HUMI, INET, TINS, SMDR, dan CDIA Ini
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jum, 2 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Pergerakan pasar modal di Indonesia pada akhir tahun 2025 menunjukkan tren yang relatif stabil. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada posisi 8.646,94 dengan kenaikan sebesar 0,03% atau naik 2,68 poin. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 346 saham mengalami kenaikan, sedangkan 317 saham mengalami penurunan, dan 146 saham berada dalam kondisi stagnan.
Selain itu, enam indeks sektoral berhasil menguat, sementara lima indeks lainnya mengalami penurunan. Hal ini mencerminkan dinamika pasar yang cukup kompleks, dengan beberapa sektor tampil lebih kuat dibandingkan yang lain. Di tengah situasi ini, BNI Sekuritas memberikan rekomendasi strategi investasi untuk awal tahun 2026.
Strategi Trading untuk Bulan Januari 2026
Menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, terdapat enam saham yang direkomendasikan sebagai pilihan untuk trading di awal tahun. Saham-saham tersebut adalah BUMI, HUMI, INET, TINS, SMDR, dan CDIA. Setiap saham memiliki area beli, target harga, serta level cutloss yang telah ditentukan.
BUMI
Saham BUMI disarankan untuk dibeli dalam rentang harga 362-366. Jika harga turun di bawah 360, investor disarankan untuk melakukan cutloss. Target harga dekat untuk saham ini adalah 370-374.
HUMI
HUMI direkomendasikan untuk dibeli saat harga turun ke area 252-256. Investor perlu memperhatikan level cutloss di bawah 248. Target harga dekat untuk saham ini adalah 264-268.
INET
Untuk INET, strateginya adalah membeli jika harga mampu melewati 770. Target harga dekatnya adalah 785-800. Jika harga mampu break di atas 800, potensi kenaikan bisa mencapai 855-900.
TINS
TINS disarankan untuk dibeli dalam rentang harga 3100-3110. Jika harga turun di bawah 3040, investor harus segera melakukan cutloss. Target harga dekat untuk saham ini adalah 3150-3180.
SMDR
SMDR direkomendasikan untuk dibeli dalam rentang harga 388-392. Cutloss harus dilakukan jika harga turun di bawah 386. Target harga dekat untuk saham ini adalah 398-410.
CDIA
CDIA disarankan untuk dibeli saat harga turun ke area 1640-1660. Level cutloss berada di bawah 1625. Target harga dekat untuk saham ini adalah 1700-1720.
Perkembangan Pasar Modal di Akhir Tahun 2025
Pada akhir tahun 2025, IHSG mengalami pertumbuhan yang sangat tipis. Meski demikian, ada beberapa saham yang berhasil menunjukkan performa positif. Misalnya, saham CINT mencatatkan kenaikan terbesar di pasar sebesar 34,81%, disusul oleh PPRE (25,36%), RMKO (24,73%), ADMG (21,55%), dan POLU (19,9%). Performa ini menunjukkan adanya peluang investasi di berbagai sektor pasar modal.
Pandangan dari Ahli Pasar Modal
Fanny Suherman menjelaskan bahwa rekomendasi ini didasarkan pada analisis teknikal dan fundamental saham-saham yang dipilih. Ia menekankan pentingnya manajemen risiko dalam berinvestasi, termasuk menentukan level cutloss dan target harga secara tepat.
“Investor perlu memperhatikan volatilitas pasar dan memastikan bahwa setiap langkah investasi didasarkan pada analisis yang matang,” ujarnya.
Kesiapan Pasar untuk Tahun 2026
Meskipun IHSG masih menghadapi tantangan, para analis optimis bahwa pasar akan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada awal tahun 2026. Fokus utama akan bergeser ke stabilitas permintaan domestik dan pengembangan sektor-sektor unggulan. ***





Saat ini belum ada komentar