Perubahan Besar di Manchester United: Ruben Amorim Dipecat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sen, 5 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Manchester United mengalami perubahan besar dalam sejarahnya setelah resmi mengumumkan pengunduran diri Ruben Amorim dari jabatan pelatih kepala. Pengumuman ini datang setelah 14 bulan penuh dengan tekanan dan ketegangan antara Amorim dan manajemen klub. Dalam sebuah pernyataan, klub menyatakan bahwa keputusan ini dibuat “dengan tidak rela” dan merupakan langkah yang diperlukan untuk memperbaiki kinerja tim.
Kondisi Tim Saat Ini
Manchester United saat ini berada di posisi keenam dalam tabel Premier League. Meskipun memiliki kemampuan yang cukup baik dalam beberapa pertandingan terakhir, klub merasa bahwa tidak ada bukti yang cukup kuat tentang perkembangan yang signifikan selama musim ini. Sebelumnya, United finish di urutan ke-15 dalam liga musim lalu, yang merupakan hasil terburuk sejak mereka terdegradasi pada 1973-74.
Amorim menghadapi tantangan besar sejak awal kepemimpinannya. Dari segi rekor, ia hanya mampu mencatatkan 24 kemenangan, 18 hasil imbang, dan 21 kekalahan dalam 63 pertandingan. Angka ini menunjukkan persentase kemenangan sebesar 38,1%, yang dinilai tidak cukup memuaskan oleh para penggemar dan manajemen klub.
Ketegangan di Balik Layar
Beberapa sumber internal mengungkapkan bahwa ada ketegangan yang terjadi antara Amorim dan jajaran manajemen klub. Pemain legendaris seperti Gary Neville mengungkapkan bahwa Amorim tampaknya tidak puas dengan tingkat intervensi yang dilakukan oleh pihak board. Ia bahkan menyebutkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam hierarki klub.
Amorim juga sempat menyampaikan keluhannya dalam konferensi pers pasca-pertandingan melawan Leeds United. Ia menyatakan bahwa tujuannya adalah menjadi pelatih, bukan hanya seorang pelatih. Ia menegaskan bahwa dalam 18 bulan, ia akan melakukan tugasnya sebagai pelatih, lalu meninggalkan posisi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa ia merasa tidak memiliki otoritas penuh dalam pengambilan keputusan.
Tantangan dalam Sistem dan Transfer
Selama masa kepemimpinannya, Amorim tetap mempertahankan formasi tiga bek dengan sayap belakang. Namun, ia pernah beralih ke sistem empat bek untuk mengalahkan Newcastle, lalu kembali ke formasi tiga bek setelahnya. Beberapa laporan mengungkapkan bahwa Christopher Vivell, kepala rekrutmen klub, meminta Amorim untuk mengadaptasi sistemnya setelah Marco Silva, pelatih Fulham, memberikan analisis mendetail tentang cara mengatasi strateginya.
Selain itu, Amorim juga mengalami ketegangan dengan Jason Wilcox, direktur sepak bola klub. Masuknya januari transfer window semakin memperparah situasi ini, karena ia merasa tidak bisa mengambil keputusan sendiri dalam hal transfer pemain.
Pengganti yang Ditunjuk
Setelah Amorim dipecat, Darren Fletcher, mantan pemain dan pelatih tim junior Manchester United, akan mengambil alih tugas sebagai pelatih sementara untuk pertandingan melawan Burnley. Fletcher memiliki pengalaman luas di klub, dengan lebih dari 340 penampilan dalam 20 tahun berkostum Merah. Ia juga pernah menjadi pelatih teknis selama tiga tahun sebelum kembali ke level junior.
Reaksi dari Mantan Pemain dan Pelatih
Reaksi dari mantan pemain seperti Gary Neville menunjukkan bahwa banyak orang merasa bahwa Amorim memiliki alasan yang valid untuk menyampaikan keluhannya. Neville mengingatkan bahwa manajer sering kali mengeluh kepada media saat menghadapi masa sulit. Ia juga menyoroti bahwa performa United dalam beberapa pertandingan terakhir cukup bagus, meski tidak bisa dipertahankan dalam semua laga.***





Saat ini belum ada komentar