Persebaya Surabaya Terkena Denda Rp 50 Juta Akibat Pelanggaran Regulasi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Persebaya Surabaya, yang sedang dalam masa adaptasi dengan pelatih baru Bernardo Tavares, menghadapi masalah kecil setelah mendapat sanksi denda sebesar Rp 50 juta dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Sanksi ini diberikan karena beberapa ofisial tim tidak memakai ID Card di area resmi saat laga melawan Malut United pada 10 Januari lalu.
Penyebab Sanksi yang Diterima Persebaya
Sanksi denda yang dikeluarkan oleh Komdis PSSI terkait pelanggaran aturan yang dilakukan oleh sejumlah ofisial Persebaya saat berada di Official Area. Meskipun sanksi tersebut cukup besar, tidak ada pemain Persebaya yang terkena konsekuensi serius seperti larangan bermain atau denda tambahan.
Sebelumnya, Persebaya telah menunjukkan performa yang positif dengan dua kemenangan berturut-turut di bawah arahan Bernardo Tavares. Kemenangan pertama diraih saat menjamu Malut United dengan skor 2-1, dan kemenangan kedua terjadi saat menghadapi PSIM Yogyakarta dengan skor 0-3.
Perbandingan dengan Klub Lain
Persebaya tidak sendirian dalam menerima sanksi. Persib Bandung juga mendapat konsekuensi lebih berat, yaitu denda sebesar Rp 115 juta akibat tindakan oknum Bobotoh yang menyalakan petasan selama pertandingan. Hal ini menunjukkan bahwa kompetisi sepak bola Indonesia semakin ketat dalam menjaga disiplin dan keselamatan.
Statistik Kartu yang Dimiliki Persebaya
Dalam hal jumlah kartu kuning, Persebaya termasuk salah satu tim dengan perolehan yang relatif rendah. Berdasarkan data Fotmob, Green Force hanya memiliki 32 kartu kuning, lebih sedikit dibandingkan Persib Bandung (36) dan Persija Jakarta (41). Namun, untuk kartu merah, Persebaya memiliki catatan yang memprihatinkan. Mereka mencatat enam kartu merah, sama dengan Persija dan Arema FC.
Tanggapan dari Pihak Tim
Meski menerima sanksi, pihak Persebaya tetap fokus pada peningkatan performa dan disiplin internal. Salah satu pemain, Ernando Ari, memberikan komentar tentang pentingnya menjaga konsentrasi dan disiplin selama pertandingan. Ia menyatakan bahwa kemenangan yang diraih adalah hasil dari kerja keras dan komitmen tim.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan adanya sanksi ini, Persebaya diharapkan bisa belajar dari kesalahan dan meningkatkan pengawasan terhadap ofisial serta pemain. Selain itu, manajemen klub juga diminta untuk lebih memperketat aturan internal agar tidak terulang lagi kejadian serupa.
Persebaya Surabaya, meskipun tengah menghadapi sanksi denda, masih memiliki peluang untuk bangkit dan menunjukkan performa yang lebih baik. Dengan dukungan dari para pemain dan staf, serta pembelajaran dari kesalahan masa lalu, Green Force bisa menjadi tim yang lebih kuat dan disiplin di kompetisi sepak bola Indonesia.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar