Perdebatan Politik yang Memicu Kontroversi di Senat Amerika Serikat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jum, 16 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah pertemuan penting di Gedung Dirksen Senate Office Building telah memicu perdebatan sengit antara seorang dokter dan anggota senat. Acara tersebut berlangsung dalam sidang Komite Kesehatan, Pendidikan, Tenaga Kerja, dan Pensiun Senat Amerika Serikat. Topik utama yang dibahas adalah “Melindungi Wanita: Mengungkap Bahaya Obat Aborsi Kimia.”
Dalam sidang tersebut, Senator Josh Hawley (R-MO) bertanya kepada Dr. Nisha Verma, seorang spesialis kandungan yang mewakili Physicians for Reproductive Health, apakah laki-laki bisa hamil. Pertanyaan ini diajukan setelah sebelumnya juga ditanyakan oleh Senator Ashley Moody (R-FL).
Verma mengatakan bahwa ia “berhenti sejenak” karena tidak yakin apa tujuan dari pertanyaan tersebut. Ia terus menolak menjawab pertanyaan tersebut meskipun Hawley terus menekan.
“Kami merawat pasien dengan identitas yang berbeda,” kata Verma. Hawley kembali bertanya, “Apakah laki-laki bisa hamil?” Verma kembali menjawab bahwa ia tidak tahu tujuan dari pertanyaan itu. Hawley kemudian menyatakan bahwa tujuannya hanya untuk menegaskan realitas biologis.
“Jika Anda mengatakan bahwa ilmu pengetahuan dan bukti harus menjadi dasar, bukan politik, mari kita uji proposisi itu. Apakah laki-laki bisa hamil?” tanya Hawley.
Verma terus menolak menjawab, mengklaim bahwa Hawley mencoba memperumit situasi. Namun, Hawley bersikeras bahwa hal itu tidak rumit dan hanya ingin mendapatkan jawaban.
Reaksi Publik dan Media
Perdebatan ini telah menyebar luas di media sosial, dengan banyak kritik terhadap Verma yang tidak memberikan jawaban jelas. Beberapa tokoh politik dan komentator mengecam sikap Verma.
Riley Gaines, mantan atlet renang yang aktif menentang atlet transgender, menulis di X bahwa “mereka adalah orang-orang bodoh. Total orang-orang yang tidak berarti.” Ia menegaskan bahwa jika seseorang tidak dapat secara tegas menyatakan bahwa laki-laki tidak bisa hamil, maka tidak ada kepercayaan yang bisa diberikan.
Piers Morgan juga menulis bahwa “kegilaan yang luar biasa. Bagaimana kita sampai pada titik di mana dokter wanita menolak mengatakan laki-laki tidak bisa hamil?”
Tim Carney dari Washington Examiner membuat lelucon yang menargetkan baik Partai Republik maupun Demokrat. Ia menulis, “1) Apakah laki-laki bisa hamil? 2) Apakah Trump menang dalam pemilu 2020? Ada sekitar delapan orang di Washington yang bisa menjawab kedua pertanyaan ini dengan benar.”
Hawley kemudian menulis di X bahwa “Laki-laki tidak bisa hamil,” sebagai respons terhadap perdebatan tersebut.





Saat ini belum ada komentar