Penanganan Kerusakan Pelindung Tebing Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kerusakan pada struktur pelindung tebing di sepanjang Sungai Bengawan Solo di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, kini menjadi fokus utama pemerintah daerah dan kontraktor pelaksana. Proyek yang dibiayai dengan anggaran sekitar Rp40 miliar ini masih dalam masa pemeliharaan, sehingga tanggung jawab perbaikan sepenuhnya berada pada pihak kontraktor.
Dinamika Alami Bengawan Solo Mempengaruhi Struktur
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro, Helmy Elisabeth, kerusakan yang terjadi tidak seluruhnya disebabkan oleh kegagalan konstruksi. Faktor alami seperti pergerakan tanah dan tekanan aliran sungai juga turut memengaruhi kondisi struktur. Ia menjelaskan bahwa karakter tanah di sepanjang Bengawan Solo sangat dinamis, sehingga tidak semua kerusakan bisa langsung dikaitkan dengan mutu pekerjaan.
“Struktur utama tetap dirancang sesuai spesifikasi teknis,” ujar Helmy. Ia menegaskan bahwa proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan, sehingga biaya perbaikan tidak akan mengganggu anggaran daerah.
Langkah Perbaikan yang Dilakukan Kontraktor
Pihak kontraktor telah melakukan penanganan awal berupa pembongkaran terbatas dan pengangkatan bronjong untuk mengurangi beban struktur serta memutus jalur kerusakan. Segmen yang mengalami kemiringan tiang pancang dan gejala sliding akan segera diperbaiki. Metode yang digunakan relatif sama dengan area lain yang telah diperbaiki pada 2025 lalu.
Namun, di area yang berdekatan dengan permukiman warga, pembongkaran tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Kontraktor menyatakan bahwa jika perlindungan tebing dibuka saat muka air sungai masih tinggi, risiko longsoran ke arah pemukiman justru meningkat saat banjir.
“Oleh karena itu, pembongkaran penuh akan lebih aman dilakukan setelah periode banjir berlalu,” ujar kontraktor. Mereka berharap kondisi sungai tahun ini mendukung percepatan perbaikan lanjutan pada 2026.
Persiapan Teknis dan Pengamanan Lingkungan
Kontraktor saat ini tengah menyusun rencana teknis perbaikan lanjutan dengan metode yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Berbeda dengan area persawahan, segmen di sekitar permukiman memiliki ruang kerja terbatas dan tingkat risiko yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pendekatan teknis yang lebih hati-hati diperlukan.
Mobilisasi alat berat juga sedang dipersiapkan. Pengiriman tiang pancang dan crane akan dilakukan setelah pengecoran jalan desa pada jalur mobilisasi selesai, guna menjamin keselamatan warga dan kelancaran pekerjaan.
Tindakan Darurat dan Pemantauan Lanjutan
Sebagai langkah antisipasi, satu unit excavator saat ini masih disiagakan di lokasi, sambil menunggu turunnya elevasi muka air sungai untuk pembuatan dudukan alat berat. Penanganan pascakejadian juga terus dilakukan, termasuk pengangkatan bronjong guna mengurangi beban pada area yang mengalami sliding.***

>

Saat ini belum ada komentar