Penanganan Bencana Banjir di Pemalang: Kemensos Berupaya Penuhi Kebutuhan Dasar Korban
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan kebutuhan dasar para korban banjir yang terjadi di Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada Jumat (23/1) menyebabkan kerugian materiil serta berdampak pada ratusan warga setempat.
Tanggap Darurat Bencana dan Koordinasi Lintas Pihak
Dalam pernyataannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa pihaknya terus bekerja sama dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan penanganan bencana berjalan secara optimal. “Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan semua pihak terkait, untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis.
Banjir yang disebabkan oleh hujan deras ini meluap dari beberapa sungai seperti Sungai Gung, Kali Pena Kir, dan Kali Soso. Material banjir seperti lumpur, batu, dan kayu gelondongan dari kawasan hutan Gunung Slamet turut berkontribusi pada dampak yang dirasakan masyarakat.
Dampak yang Dirasakan Warga
Bencana ini menimpa sejumlah desa, termasuk Gunungsari, Penakir, Jurang Mangu di Kecamatan Pulosari, serta Desa Sima di Kecamatan Moga. Wilayah perkampungan Sawangan di Desa Penakir menjadi salah satu titik terparah, dengan sekitar 10 rumah rusak dan 4 kendaraan roda terbawa air.
Sebanyak 2.100 jiwa terdampak banjir, dengan 1.888 jiwa di antaranya mengungsi ke tujuh titik pengungsian. Titik-titik tersebut mencakup Kantor Kecamatan Pulosari, Gedung NU, Madrasah YPG Sarangan, Wanasari, Puskesmas, Sawangan, dan Moga R Teratai.
Selain itu, bencana ini juga menyebabkan 3 orang meninggal dunia dan 1 orang hilang. Korban meninggal dunia adalah Tanto (33) dari Desa Penakir, serta Aksinudin (41) dan Rutinah (86) dari Desa Bongas.
Upaya Penanganan dan Distribusi Bantuan Logistik
Kemensos bersama Dinas Sosial Provinsi, Dinas Sosial Kabupaten, BPBD, TNI, Polri, Tagana, serta relawan lainnya terus melakukan upaya penanganan secara menyeluruh. Termasuk evakuasi korban terdampak ke lokasi pengungsian, serta evakuasi korban meninggal dunia dan luka ke Rumah Sakit Islam Pemalang untuk identifikasi dan penanganan medis.
Selain itu, pihak Kemensos juga mendirikan dapur umum di Kantor Kecamatan Pulosari sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar para korban.
Bantuan Logistik yang Disalurkan
Untuk memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi, Kemensos mendistribusikan bantuan logistik senilai Rp539.722.400. Bantuan tersebut mencakup makanan siap saji, selimut, kasur, tenda, serta perlengkapan lainnya. Bantuan dikirim melalui Gudang Induk di Bekasi.
Berikut rincian bantuan logistik yang telah didistribusikan:
- Makanan Siap Saji : 2.000 paket
- Lauk pauk siap saji : 1.000 paket
- Selimut : 200 lembar
- Kasur : 200 lembar
- Kids wear : 100 paket
- Family Kit : 200 paket
- Tenda gulung : 200 lembar
- Tenda Serbaguna : 1 Unit
- Dapur Umum Lapangan (Dumlap) : 1 Unit
Pemerintah Kabupaten Pemalang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026. Saat ini, kondisi banjir telah mulai surut secara bertahap, dan petugas sedang melakukan kegiatan pembersihan material, termasuk puing-pohon yang menutupi permukaan jalan raya.***

>

Saat ini belum ada komentar