Momen Bersejarah untuk Pemain Muda Australia di AS Roma
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rab, 14 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Seorang pemuda asal Sydney Barat telah mencatatkan momen bersejarah dengan mencetak gol pertamanya dalam debutnya bersama salah satu klub sepak bola terbesar Italia, AS Roma. Ini menandai awal yang mengesankan bagi Antonio Arena, 16 tahun, yang kini menjadi sorotan dunia sepak bola.
Arena memasuki lapangan pada menit ke-80 dalam pertandingan Coppa Italia antara AS Roma melawan Torino. Ia menggantikan mantan penyerang Aston Villa, Leon Bailey, dan hanya butuh waktu kurang dari dua menit untuk memberikan dampak signifikan. Dengan tubuhnya yang besar, Arena melesat melewati dua pemain bertahan dan menerjang bola yang datang dari umpan sayap Brasil, Wesley, untuk menyamakan skor 2-2.
Meskipun kampanye Coppa Italia Roma harus berakhir setelah kalah 3-2, pertandingan ini akan dikenang sebagai momen penting dalam kariernya. Kehadirannya di level tertinggi sepak bola Italia menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh pemuda ini.
“Ini adalah momen indah,” kata Arena kepada para jurnalis setelah pertandingan. “Saya sedikit cemas, tapi saya masuk dan hanya fokus pada permainan. Ada umpan bagus dari Wesley di sisi jauh, dan saya mencetak gol yang bagus.”
Arena mengucapkan terima kasih kepada pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, yang sebelumnya memimpin Atalanta meraih trofi Liga Eropa pada musim 2023-24. Meski belum dimainkan dalam pertandingan Serie A, Gasperini telah menempatkan Arena di bangku cadangan empat kali, dan kemungkinan besar akan segera memainkannya.
“Ilmu yang saya pelajari sangat banyak,” ujarnya. “Dia telah memenangkan banyak pertandingan dan membentuk banyak pemain kuat. Saya ingin terus bekerja dan berharap bisa terus seperti ini.”
Pertanyaan besar yang masih tersisa adalah: negara mana yang akan dipilih Arena untuk representasi internasional?
Antonio Arena, bintang baru sepak bola Australia di Italia.
Arena, yang sebelumnya merupakan anggota akademi Western Sydney Wanderers, telah bermain sepak bola tingkat muda untuk kedua negara, Australia dan Italia, karena kualifikasi melalui hubungan keluarga. Tahun lalu, ia menjadi pencetak gol termuda untuk klub Serie C Pescara, yang membuat media Italia memberinya julukan “Il Baby Bomber” dan menarik perhatian klub besar Italia, yang akhirnya diboyong oleh Roma dengan biaya transfer sekitar $1,78 juta.
Trajektori Arena mirip dengan Cristian Volpato, seorang pemain lain yang lahir dan dibesarkan di Sydney, meninggalkan sistem sepak bola Australia untuk berkembang cepat di Italia, dan membuat debut tak terduga untuk Roma. Volpato, 22 tahun, yang kini bermain untuk rival Roma, Sassuolo, menolak kesempatan untuk bermain untuk Socceroos Graham Arnold di Piala Dunia 2022 Qatar dan tampaknya menunggu kesempatan untuk mewakili Azzurri.
Tampaknya Socceroos memiliki pertarungan yang sulit untuk menghindari situasi serupa dan memenangkan loyalitas Arena, yang tampaknya destinasi besar menanti di depan.
Perjalanan Karier yang Menjanjikan
Dari akademi Western Sydney Wanderers hingga berada di bawah naungan AS Roma, kariernya terus berkembang pesat. Pencapaian terbaru Arena tidak hanya menunjukkan bakat alami, tetapi juga komitmen dan dedikasi yang tinggi.
Ia telah menunjukkan kemampuan teknis dan mental yang luar biasa, bahkan di tengah tekanan besar sebagai pemain muda di klub besar. Hal ini membuatnya menjadi calon kuat untuk masa depan sepak bola internasional.
Potensi yang Menggoda
Dengan usia yang masih muda dan bakat yang luar biasa, Arena memiliki peluang besar untuk menjadi bintang sepak bola global. Kehadirannya di AS Roma menandai awal dari perjalanan yang penuh harapan dan tantangan.
Ketika tiba waktunya untuk memilih negara yang akan diwakilinya, semua pihak akan memperhatikan dengan seksama. Namun, yang jelas, posisi Arena di dunia sepak bola sudah cukup stabil, dan masa depannya terbuka lebar.***





Saat ini belum ada komentar