Kepemimpinan Xabi Alonso di Real Madrid: Perjalanan Singkat yang Penuh Tantangan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sel, 13 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Real Madrid, salah satu klub sepak bola paling bergengsi di dunia, mengalami perubahan kepemimpinan yang mengejutkan. Xabi Alonso, pelatih asal Spanyol yang dikenal dengan keahlian taktik dan pendekatan disiplin tinggi, hanya bertahan selama delapan bulan sebelum akhirnya memutuskan untuk meninggalkan klub. Kepergian ini menjadi sorotan utama dalam dunia sepak bola, terutama karena ketidakcocokan antara gaya manajemen Alonso dan dinamika ruang ganti Madrid.
Perbedaan Filosofi Pelatihan yang Membawa Konflik
Sistem yang diterapkan oleh Alonso sangat berbeda dibandingkan para pelatih sebelumnya seperti Carlo Ancelotti atau Zinedine Zidane. Alonso mendorong keterlibatan kolektif, sistem taktik kompleks, serta disiplin tinggi dalam setiap pertandingan. Namun, Madrid memiliki skuad yang dipenuhi bintang-bintang besar, seperti Kylian Mbappe dan Vinicius Junior, yang lebih terbiasa dengan kebebasan berekspresi dan improvisasi.
Menurut laporan dari The Athletic, beberapa pemain utama Madrid merasa tidak nyaman dengan perubahan yang dilakukan Alonso. Mereka kurang senang dengan aturan dan tekanan yang diberikan, terutama terkait tugas bertahan dan kerja sama tim. Hal ini memicu ketegangan di dalam ruang ganti, yang akhirnya memengaruhi performa tim secara keseluruhan.
Masalah Ruang Ganti dan Performa Tim yang Menurun
Setelah kekalahan dari Barcelona dalam final Piala Super Spanyol, situasi di dalam ruang ganti semakin memburuk. Alonso mencoba memberi penghormatan kepada tim juara dengan meminta para pemain tetap di lapangan, tetapi Mbappe justru memberi instruksi berbeda. Banyak pemain lain lebih memilih mengikuti arahan Mbappe, yang menunjukkan adanya perpecahan di dalam tim.
Masalah ini kemudian memicu penurunan performa Madrid. Dalam beberapa bulan terakhir, mereka gagal mempertahankan posisi puncak klasemen Liga Spanyol dan bahkan tertinggal empat poin dari Barcelona. Di Liga Champions, Madrid hanya menempati peringkat ketujuh babak grup, yang menjadi indikasi bahwa sistem Alonso tidak cocok dengan kompetisi yang lebih intensif.
Penyebab Kepergian Alonso dan Reaksi dari Pemain
Meskipun Madrid menyatakan bahwa keputusan untuk melepas Alonso adalah hasil kesepakatan bersama, menurut sumber internal, pelatih tersebut tidak pernah berniat meninggalkan posisinya. Klub justru mengambil inisiatif dengan menawarkan opsi hengkang setelah melihat tren hasil yang tidak memuaskan dan masalah internal di dalam ruang ganti.
Alonso sendiri tetap optimis meski kekalahan dari Barcelona terjadi. Ia menyatakan bahwa tim harus segera melupakan hasil negatif dan fokus pada masa depan. Namun, para petinggi Madrid tampaknya melihat hal itu sebagai tanda perubahan yang diperlukan.
Mbappe juga langsung merespons kepergian Alonso dengan pesan perpisahan yang penuh rasa hormat. Ia mengakui bahwa walaupun periode kepemimpinan Alonso singkat, ia merasa beruntung bisa belajar dari pelatih tersebut.
Kembali ke Akar: Sistem yang Lebih Fleksibel
Dalam dua dekade terakhir, Madrid berhasil mencapai kesuksesan besar di bawah pelatih-pelatih seperti Ancelotti dan Zidane. Keduanya memiliki pendekatan yang lebih fleksibel, memberi kebebasan kepada pemain untuk berekspresi tanpa tekanan berlebihan. Hal ini membantu pemain megabintang seperti Vinicius dan Mbappe berkembang secara maksimal.
Ketidakcocokan antara filosofi Alonso dan struktur tim Madrid menunjukkan bahwa keberhasilan di klub besar seperti Madrid tidak hanya bergantung pada taktik rumit, tetapi juga pada kemampuan pelatih untuk mengakomodasi ego dan kebutuhan pemain utama.
Kehadiran Alvaro Arbeloa Sebagai Pengganti Sementara
Setelah Alonso meninggalkan Madrid, peran pelatih akan sementara digantikan oleh Alvaro Arbeloa, mantan pemain El Real yang telah lama terlibat dalam pembinaan usia muda klub. Meskipun belum lama memimpin Castilla, Arbeloa dihormati oleh para petinggi Madrid karena pengalamannya dan pengetahuannya tentang budaya klub.
Pergiannya Alonso menjadi langkah penting bagi Madrid dalam mencari arah baru. Bagaimana klub akan menghadapi musim depan, terutama dengan skuad yang penuh dengan bintang, masih menjadi pertanyaan besar.***





Saat ini belum ada komentar