Kenaikan Saham BUMI dan Prediksi Penguatan Lanjutan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menunjukkan kenaikan signifikan dalam perdagangan Senin, 5 Januari 2026. Di sesi I perdagangan, saham emiten Grup Bakrie ini berada di posisi Rp 446 per lembar atau naik sebesar 6,19%. Sebelumnya, pada Jumat, 2 Januari 2026, saham BUMI sempat melonjak hingga 14,75% ke level Rp 420.
Analisis dari BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menunjukkan bahwa saham BUMI masih dalam tren bullish. Penguatan kemarin tidak hanya berhasil menembus level resistance, tetapi juga memberikan sinyal kuat bahwa BUMI mungkin akan terus menguat dalam jangka pendek. Prediksi ini didasarkan pada sentimen positif yang terjadi di pasar modal Indonesia.
Perkembangan Harga Emas dan Proyeksi Rekor Baru
Harga emas perhiasan di berbagai toko seperti Raja Emas Indonesia, Laku Emas, dan Hartadinata Abadi terus stabil pada Senin, 5 Januari 2026. Meski fluktuasi harga terjadi secara dinamis, para investor disarankan untuk terus memantau pergerakan harga agar bisa membuat keputusan yang tepat, baik saat membeli maupun menjual.
Di sisi lain, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam melonjak kembali ke kisaran Rp 2,5 juta per gram. Harga beli kembali (buyback) juga mengalami peningkatan. Sehari sebelumnya, harga emas Antam sempat turun ke level Rp 2.488.000 per gram.
Pergerakan harga emas masih menunjukkan bias positif, dengan peluang mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Dukungan dari sentimen trader serta ketidakpastian global semakin memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe haven. Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, memprediksi bahwa harga emas akan terus naik selama tekanan beli tetap terjaga.
Pandangan Lo Kheng Hong Mengenai Saham Bank Besar
Investor kawakan Lo Kheng Hong menyampaikan harapan bahwa saham bank besar akan lebih baik pada tahun 2026. Menurutnya, harga saham bank besar saat ini sedang murah, dan suku bunga deposito yang rendah menjadi faktor pendorong utama. “Dengan kondisi ini, tahun 2026 diharapkan akan lebih baik dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.
Pandangan ini menunjukkan bahwa banyak investor optimis terhadap kinerja sektor perbankan di tengah situasi ekonomi yang dinamis. Prediksi Lo Kheng Hong juga menjadi acuan bagi banyak pemain pasar modal dalam mengambil keputusan investasi.
Potensi Kenaikan Harga Emas Menuju Level Rekor
Rekor tertinggi sepanjang masa harga emas berada di level US$ 4.550,11, yang dicetak pada 29 Desember 2025. Namun, tren bullish emas saat ini membuka peluang bahwa level tersebut akan terlewati dalam waktu dekat. Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh risiko geopolitik global dan ekspektasi suku bunga The Fed yang lebih dovish.
Kenaikan harga emas juga didukung oleh permintaan yang meningkat dari kalangan investor dan pembeli. Hal ini memperkuat posisi emas sebagai aset yang aman dalam situasi ketidakpastian ekonomi.
Kenaikan Saham BUMI dan Peluang Masa Depan
Selain kenaikan harga saham BUMI, ada beberapa saham lain yang juga mengalami lonjakan signifikan. Lima saham seperti ARA masuk top gainers setelah IHSG menguat pada sejam perdagangan. Prediksi kenaikan saham BUMI juga muncul, dengan target baru yang ditetapkan oleh analis pasar.
Pergerakan saham BUMI menunjukkan bahwa emiten Grup Bakrie memiliki potensi besar untuk terus menguat dalam jangka pendek dan menengah. Ini menjadi pertanda positif bagi investor yang ingin memperluas portofolio mereka di pasar modal Indonesia.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar