Inovasi Pengelolaan Sampah di Surabaya dengan Teknologi Pirolisis
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Ming, 11 Jan 2026
- comment 0 komentar

Kepala DLH Kota Surabaya, Dedi Irianto (ist)
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota yang dikenal sebagai pusat ekonomi dan budaya di Jawa Timur, kini menghadirkan inovasi baru dalam pengelolaan sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mulai mengoperasikan mesin pirolisis pada tahun 2026 ini. Teknologi ini dirancang untuk mengubah sampah menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan.
Bagaimana Proses Pirolisis Bekerja?
Teknologi pirolisis bekerja dengan memanaskan bahan organik seperti plastik, karet, dan biomassa pada suhu tinggi tanpa oksigen. Proses ini menghasilkan produk bernilai tambah berupa bahan bakar minyak, gas, serta arang atau biochar. Selain mengurangi volume sampah, teknologi ini juga berpotensi menjadi sumber energi alternatif.
Kepala DLH Kota Surabaya, Dedi Irianto, menjelaskan bahwa mesin pirolisis tersebut sudah tersedia dan mulai memasuki tahap uji coba. “Mesinnya sudah ada. Kemarin sudah dicoba, dan sekarang mulai tahap uji coba. Targetnya tahun ini sudah bisa operasional,” ujarnya.
Kapasitas dan Rencana Pengembangan
Mesin pirolisis dirancang sebagai bagian dari sistem Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk mengolah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni bahan bakar alternatif yang berasal dari sampah. Kapasitas pengolahan mesin ini mencapai 150 ton sampah per hari.
Dedi menjelaskan, sampah yang masuk tidak langsung diproses. Tahap awal dilakukan pemilahan di TPS 3R. Sampah yang masih memiliki nilai jual akan dipisahkan, sementara residu yang tidak laku baru dimasukkan ke mesin pirolisis untuk diolah menjadi RDF.
“Semua sampah dipilah dulu. Yang masih bisa dijual dipisahkan, yang tidak laku atau residunya baru masuk ke mesin pirolisis,” paparnya.
Penerapan Lebih Luas di Masa Depan
Ke depan, DLH Kota Surabaya menargetkan teknologi ini bisa diterapkan lebih luas. Seluruh TPS 3R berpotensi dipasangi mesin pirolisis, namun penerapannya akan dilakukan secara bertahap.
“Sekarang ini baru satu mesin sebagai percontohan. Kita lihat dulu efektivitasnya. Kalau memang terbukti efektif dan baik, baru kita terapkan di lokasi lain,” pungkas Dedi.
Keuntungan dan Potensi Energi Alternatif
Teknologi pirolisis tidak hanya membantu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan. Produk yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif, sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Selain itu, proses ini juga menghasilkan biochar yang dapat digunakan sebagai pupuk organik, meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertanian berkelanjutan.
Langkah Menuju Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Penggunaan mesin pirolisis merupakan langkah penting dalam upaya Surabaya menuju pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Dengan teknologi ini, kota ini berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungan akibat sampah dan meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah.
Dedi Irianto menegaskan bahwa pembangunan TPST yang akan menjadi lokasi pendukung mesin pirolisis masih dalam tahap perencanaan dan dijadwalkan mulai dibangun tahun ini hingga Desember 2026. Mesinnya sudah jadi dan siap beroperasi, tapi TPST-nya memang belum dibangun. Itu masih dalam rencana pembangunan tahun ini.***





Saat ini belum ada komentar