Evaluasi Akhir 2025, Polrestabes Surabaya Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan Kota Pahlawan
- account_circle Teguh Priyono
- calendar_month Jum, 2 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menutup akhir tahun 2025 dengan menyampaikan capaian kinerja dan evaluasi situasi keamanan kota melalui konferensi pers yang digelar di Gedung Braha Daksa, Rabu (31/12/2025) sore.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si., didampingi para pejabat utama, di antaranya Kasatreskrim, Kasatnarkoba, Kasatlantas, serta Kasi Humas Polrestabes Surabaya.
Dalam pemaparannya, Kapolrestabes mengawali dengan menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keterbukaan informasi dan membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Media adalah mitra strategis kami. Pemberitaan yang objektif dan berimbang sangat membantu masyarakat memahami langkah-langkah kepolisian. Kami berharap sinergi ini terus terjaga di tahun 2026,” ujarnya.
Kriminalitas Naik, Penyelesaian Kasus Tetap Optimal
Sepanjang tahun 2025, Polrestabes Surabaya mencatat adanya peningkatan gangguan kamtibmas dan tindak pidana konvensional sekitar 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, kinerja penyelesaian perkara justru menunjukkan tren positif dengan kenaikan 1 persen.
Bahkan, tingkat penyelesaian perkara secara keseluruhan mencapai 119 persen, yang berarti Polrestabes Surabaya tidak hanya menangani kasus baru, tetapi juga berhasil menuntaskan sejumlah perkara tunggakan dari tahun-tahun sebelumnya.
Curanmor Masih Dominan
Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi perhatian utama sepanjang 2025. Tercatat sekitar 600 kasus curanmor, meningkat kurang lebih 10 persen dibanding tahun 2024.
Dari pengungkapan kasus tersebut, sebanyak 472 tersangka berhasil diproses hingga tahap persidangan. Kapolrestabes mengungkapkan bahwa sebagian besar pelaku merupakan residivis yang kembali mengulangi perbuatannya.
Sebagai tindak lanjut, Polrestabes Surabaya terus menguatkan peran masyarakat melalui sistem keamanan lingkungan dan sosialisasi pencegahan. Selain itu, kendaraan hasil sitaan yang telah dinyatakan lengkap secara hukum akan segera diumumkan dan diserahkan kepada pemiliknya tanpa biaya.
Pengungkapan Narkoba dan Pendekatan Humanis Di bidang narkotika, Polrestabes Surabaya mengungkap 724 kasus dengan total 940 tersangka sepanjang 2025. Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi lebih dari 93 kilogram sabu, ribuan butir ekstasi, lebih dari 11 kilogram ganja, serta ratusan ribu obat-obatan berbahaya dan psikotropika.
Meski angka kasus meningkat, penanganan terhadap pengguna narkoba tetap mengedepankan pendekatan rehabilitatif. Pengguna dengan barang bukti di bawah batas tertentu akan menjalani asesmen dan diarahkan ke rehabilitasi.
Kapolrestabes juga mengingatkan potensi masuknya narkoba jenis baru berupa cairan yang digunakan pada vape atau dikenal dengan sebutan “atom”, meskipun hingga kini belum ditemukan di wilayah Surabaya.
Lalu Lintas dan Pengamanan Kegiatan Masyarakat
Di sektor lalu lintas, angka kecelakaan tercatat meningkat sekitar 18 persen. Namun, jumlah korban meninggal dunia justru menurun dari 182 orang pada 2024 menjadi 180 orang di 2025, disertai penurunan korban luka berat.
Satlantas Polrestabes Surabaya mengedepankan edukasi dan pencegahan, meski tetap melakukan penindakan terhadap pelanggaran berisiko tinggi. Sepanjang 2025, lebih dari 1.500 penindakan lalu lintas dilakukan.
Selain itu, Polrestabes Surabaya mengamankan 1.994 kegiatan masyarakat, termasuk konser, pameran, olahraga, hingga 55 pertandingan sepak bola yang berlangsung aman. Kapolrestabes secara khusus mengapresiasi kedewasaan suporter Persebaya Surabaya, Bonek, dalam menjaga ketertiban.
Patroli Intensif dan Penegasan Komitmen
Upaya pencegahan kejahatan terus diperkuat melalui patroli rutin, strong point di titik rawan, serta program Patroli 97 Suroboyo, Bersinar, dan Hobiro Menyala. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 187 kendaraan diamankan terkait balap liar dan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi.
Menutup konferensi pers, Kapolrestabes Surabaya menegaskan komitmen Polri untuk terus bekerja secara profesional, transparan, dan humanis, sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan calo dalam pengurusan tilang maupun pengambilan kendaraan.
Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh elemen masyarakat. Mohon doa dan dukungan agar Surabaya tetap aman dan kondusif di tahun 2026,” tutupnya. (Dk/nns)
- Penulis: Teguh Priyono




