BPBD dan Puskesmas Turun Tangan Tangani Plafon Ambruk di SMPN 60 Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 4 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Puskesmas bergerak cepat menangani dampak ambruknya plafon di salah satu ruang kelas SMPN 60 Surabaya, Kamis (29/1/2026). Respons cepat lintas instansi ini dilakukan untuk memastikan keselamatan siswa serta meminimalkan dampak lanjutan pascakejadian.
Peristiwa runtuhnya plafon terjadi saat aktivitas belajar mengajar berlangsung. Sebelum bagian atap dalam ruangan itu jatuh, siswa dilaporkan sempat mendengar suara retakan dari atas plafon.
Guru kemudian segera mengarahkan siswa menjauh dari titik bahaya sehingga tidak ada korban tertimpa material. Tak lama setelah kejadian, pihak sekolah berkoordinasi dengan BPBD dan layanan darurat 112. Petugas BPBD datang untuk mengamankan area, mensterilkan ruang kelas yang terdampak, serta melakukan pengecekan awal terhadap potensi bahaya lanjutan seperti bagian plafon lain yang rawan jatuh.
Di saat bersamaan, tim kesehatan dari Puskesmas melakukan pemeriksaan terhadap siswa dan guru yang berada di sekitar lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan memastikan tidak ada korban luka fisik.
“Dari hasil pengecekan medis, tidak ditemukan luka pada siswa. Namun beberapa anak mengalami syok ringan sehingga kami berikan penanganan psikologis awal,” ujar petugas kesehatan yang terlibat dalam penanganan.
Untuk mencegah trauma berkepanjangan, sejumlah siswa mendapat rujukan pendampingan lanjutan. Sekolah bekerja sama dengan Puskesmas menghadirkan layanan konseling, dibantu guru Bimbingan Konseling (BK) serta tenaga psikiater.
Pihak sekolah menjelaskan bahwa fokus utama setelah kejadian adalah keselamatan dan pemulihan kondisi mental siswa, sekaligus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Area kelas yang terdampak langsung ditutup sementara dan dipasangi pembatas agar tidak digunakan sebelum ada perbaikan. BPBD juga memberikan rekomendasi agar dilakukan pemeriksaan lebih menyeluruh terhadap struktur bangunan.
Terkait penyebab runtuhnya plafon, dugaan sementara mengarah pada faktor cuaca ekstrem yang memengaruhi kondisi bangunan. Meski demikian, evaluasi teknis lanjutan tetap akan dilakukan melalui koordinasi dengan dinas terkait.
“Kami mengutamakan keamanan. Untuk perbaikan besar akan kami laporkan ke Dinas Pendidikan agar bisa ditangani sesuai prosedur,” kata perwakilan sekolah.
Penanganan cepat BPBD dan Puskesmas mendapat apresiasi karena mampu memastikan tidak ada korban luka serta membantu menenangkan siswa pasca-insiden. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin dan respons darurat yang sigap demi menjamin keselamatan lingkungan sekolah. (Dk/nins)

>
