Baru Luncurkan Assassin’s Creed Shadows, Ubisoft Umumkan Penutupan Studio
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kam, 8 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM –Â Perusahaan gaming ternama, Ubisoft, telah mengumumkan penutupan studio mereka di Halifax, Kanada. Keputusan ini terkait dengan langkah-langkah penghematan biaya dan restrukturisasi perusahaan. Sebanyak 71 posisi akan terdampak akibat penutupan tersebut. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Pengumuman penutupan studio ini dilakukan pada hari Rabu, dan menurut pernyataan resmi dari perusahaan, mereka berkomitmen untuk mendukung semua karyawan yang terkena dampak dengan memberikan paket pesangon yang komprehensif serta bantuan karier tambahan.
Studio ini terutama fokus pada pengembangan game mobile, tetapi juga membantu tim Ubisoft lainnya. Mereka pernah bekerja sama dalam pengembangan IP besar Ubisoft seperti Rainbow Six dan Assassin’s Creed.
Meskipun penutupan studio ini terjadi sebulan setelah sekitar 60 karyawan membentuk serikat, Ubisoft menyatakan bahwa keputusan untuk menutup studio dibuat “jauh sebelum” proses pembentukan serikat. Perusahaan ini juga mengakui hak karyawan untuk melakukan unionisasi.
Serikat pekerja telah merespons dengan menyatakan bahwa mereka akan “mempertahankan segala tindakan hukum” untuk melindungi anggota serikat yang terkena dampak penutupan studio ini.
Dalam beberapa bulan terakhir, Ubisoft juga telah membuka subsidiarnya yang didukung oleh Tencent untuk fokus pada IP Assassin’s Creed dan lainnya. Perusahaan ini juga sedang merayakan ulang tahun ke-30 Rayman dan baru-baru ini meluncurkan Assassin’s Creed Shadows untuk Switch 2.
Dampak Penutupan Studio pada Karyawan dan Komunitas
Penutupan studio ini menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat. Beberapa orang mengucapkan dukungan kepada para karyawan yang terkena dampak, sementara yang lain mempertanyakan alasan penutupan tersebut. Banyak komentar di media sosial menunjukkan ketidakpuasan terhadap kebijakan perusahaan.
Beberapa pengguna internet menyatakan bahwa penutupan studio ini tidak terkait dengan pembentukan serikat, sementara yang lain percaya bahwa faktor tersebut memainkan peran penting dalam keputusan perusahaan. Ada juga yang mengkritik perusahaan secara keseluruhan karena dinilai tidak ramah terhadap karyawan.
Banyak orang yang mengaku tidak lagi membeli produk Ubisoft setelah pengalaman buruk dengan game-game mereka. Beberapa bahkan menyebutkan bahwa mereka tidak akan membeli game apa pun dari perusahaan tersebut.
Tantangan dan Harapan untuk Masa Depan
Karyawan yang terkena dampak penutupan studio ini diharapkan dapat menemukan peluang kerja baru yang lebih baik. Meski situasi ini menantang, banyak orang percaya bahwa mereka akan mampu melewati masa sulit ini.
Beberapa pengguna media sosial menyarankan agar karyawan yang diberhentikan membentuk perusahaan indie untuk menciptakan game yang lebih inovatif dan berkualitas. Namun, mereka juga mengakui bahwa hal ini tidak mudah dilakukan.
Sejumlah komentar juga menyebutkan bahwa perusahaan seperti Ubisoft harus lebih transparan dan bertanggung jawab terhadap karyawan mereka. Beberapa orang percaya bahwa penutupan studio ini adalah bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi biaya operasional.
Selain itu, banyak orang juga mengkhawatirkan dampak jangka panjang dari keputusan ini terhadap industri gaming. Mereka berharap perusahaan-perusahaan lain akan belajar dari pengalaman ini dan membuat keputusan yang lebih bijaksana.
Penutupan studio Ubisoft di Halifax menjadi perhatian utama bagi karyawan dan masyarakat luas. Meskipun ada perbedaan pendapat mengenai alasan penutupan tersebut, keputusan ini menunjukkan tantangan yang dihadapi perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara efisiensi dan kesejahteraan karyawan.
Dengan situasi ini, harapan besar ditempatkan pada kemampuan karyawan untuk bangkit kembali dan menemukan peluang baru. Di sisi lain, masyarakat juga berharap perusahaan-perusahaan lain akan belajar dari pengalaman ini dan membuat keputusan yang lebih adil dan berkelanjutan.***





Saat ini belum ada komentar