Banjir yang Masih Mengancam Wilayah Lamongan, Pemkab Perpanjang Status Darurat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 57 menit yang lalu
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Banjir yang terjadi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, masih menjadi perhatian serius pemerintah setempat. Hingga hari ini, banjir tersebut belum surut dan melibatkan enam kecamatan yang terdampak secara signifikan. Akibatnya, pemerintah daerah memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi hingga 26 Januari 2026. Keputusan ini dikeluarkan untuk memastikan penanganan yang lebih efektif dan koordinasi yang baik antara berbagai instansi terkait.
Penyebab Banjir yang Berlangsung Lama
Menurut informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, banjir di Lamongan disebabkan oleh curah hujan yang tinggi sejak Desember 2025. Kondisi ini diperparah oleh aliran air kiriman dari Waduk Gondang yang menyebabkan debit air Sungai Bengawan Jero meningkat drastis. Hal ini membuat ketinggian air di sejumlah wilayah meningkat dan menggenangi rumah-rumah serta fasilitas umum.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, menjelaskan bahwa keputusan perpanjangan status darurat bencana telah diambil dengan dasar pertimbangan kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan potensi risiko banjir yang bisa terulang. “SK Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi diperpanjang hingga 26 Januari 2026,” ujarnya.
Kondisi Terkini dan Upaya Penanggulangan
Meskipun banjir belum surut sepenuhnya, saat ini genangan air terpantau stabil. Tidak ada korban jiwa maupun pengungsian yang dilaporkan. Namun, pihak BPBD tetap melakukan pemantauan intensif terhadap ketinggian air sungai dan genangan di lokasi-lokasi yang terdampak.
Petugas BPBD juga aktif dalam mengoperasikan pompa-pompa air di beberapa titik strategis. Misalnya, dua unit pompa di Rumah Pompa Kalitengah terus beroperasi sementara pintu air dibuka untuk mengurangi debit air. Selain itu, tujuh unit pompa lainnya diterjunkan di area Kuro Air di Melik guna membantu proses pengeringan.
Wilayah Terdampak Banjir di Lamongan
Beberapa kecamatan di Lamongan masih mengalami dampak banjir yang cukup parah. Berikut adalah daftar desa-desa yang terkena dampak banjir:
- Kecamatan Kalitengah
- Desa Bojoasri: Genangan mencapai 10–63 cm.
- Desa Blajo: Genangan mencapai 10–48 cm.
- Desa Somosari: Genangan mencapai 10–41 cm.
- Desa Jelakcatur: Genangan mencapai 10–43 cm.
- Desa Pucangro: Genangan mencapai 10–38 cm.
- Desa Tiwet: Genangan mencapai 10–40 cm.
- Desa Pucangtelu: Genangan mencapai 10–37 cm.
Desa Gambuhan: Genangan mencapai 10–35 cm.
Kecamatan Turi
- Desa Putat Kumpul: Genangan mencapai 10–45 cm.
- Desa Kemlagigede: Genangan mencapai 10–34 cm.
- Desa Kemlagilor: Genangan mencapai 10–35 cm.
- Desa Pomahanjanggan: Genangan mencapai 10–46 cm.
- Desa Kepudibener: Genangan mencapai 10–40 cm.
- Desa Bambang: Genangan mencapai 10–34 cm.
- Desa Karangwedoro: Genangan mencapai 10–31 cm.
- Desa Gedongboyountung: Genangan mencapai 10–31 cm.
- Desa Turi: Genangan mencapai 10–31 cm.
Desa Tambakploso: Genangan mencapai 10–31 cm.
Kecamatan Karangbinangun
- Desa Ketapangtelu: Genangan mencapai 10–31 cm.
- Desa Somowinangun: Genangan mencapai 10–39 cm.
- Desa Sukorejo: Genangan mencapai 10–31 cm.
- Desa Waruk: Genangan mencapai 10–34 cm.
- Desa Karanganom: Genangan mencapai 10–31 cm.
- Desa Blawi: Genangan mencapai 10–29 cm.
- Desa Baranggayam: Genangan mencapai 10–31 cm.
Desa Putatbangah: Genangan mencapai 10–31 cm.
Kecamatan Deket
- Desa Weduni: Genangan mencapai 10–35 cm.
- Desa Tukerto: Genangan mencapai 10–34 cm.
- Desa Sidomulyo: Genangan mencapai 10–36 cm.
Desa Laladan: Genangan mencapai 10–37 cm.
Kecamatan Glagah
- Desa Morocalan: Genangan mencapai 10–36 cm.
- Desa Gempolpendowo: Genangan mencapai 10–31 cm.
- Desa Soko: Genangan mencapai 10–38 cm.
- Desa Rayunggumuk: Genangan mencapai 10–31 cm.
- Desa Pasi: Genangan mencapai 10–30 cm.
- Desa Margoanyar: Genangan mencapai 10–31 cm.
- Desa Mendogo: Genangan mencapai 10–28 cm.
- Desa Menganti: Genangan mencapai 10–34 cm.
Desa Medang: Genangan mencapai 10–26 cm.
Kecamatan Lamongan
- Total rumah tergenang: 2.823 unit.
- Tempat Ibadah: 18 unit.
- Fasilitas pendidikan (sekolah): 76 unit.
- Puskesmas pembantu: 4 unit.
- Fasilitas umum (kantor desa): 5 unit.
Upaya Pemerintah dalam Menangani Bencana
Pemerintah Kabupaten Lamongan terus berupaya untuk menangani banjir dengan berbagai langkah. Salah satunya adalah memastikan pasokan logistik seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan medis tersedia di tempat-tempat pengungsian. Meski tidak ada pengungsian yang dilaporkan, pihak BPBD tetap siaga dan siap menangani situasi darurat jika terjadi perubahan kondisi.
Selain itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah setempat. Dengan demikian, semua pihak dapat bekerja sama dalam mengurangi dampak banjir dan memastikan keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.***





Saat ini belum ada komentar