Asing Terus Lakukan Aksi Jual Besar pada Saham BBCA
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 22 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sejumlah investor asing terus menunjukkan kecenderungan untuk menjual saham PT Bank Central Asia (BBCA) dalam beberapa pekan terakhir. Pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (23/1/2026), BBCA kembali menjadi salah satu saham yang paling banyak dijual oleh pemain asing. Aksi jual ini mencerminkan ketidakpastian pasar dan mendorong harga saham BBCA turun ke level terendah dalam tiga bulan terakhir.
Menurut data yang dirangkum, selama sepekan terakhir, investor asing melakukan aksi jual bersih senilai Rp 3,97 triliun pada saham BBCA. Rata-rata harga jual yang tercatat adalah sekitar Rp 7.792,7 per saham. Dalam satu hari saja, aksi jual tersebut bahkan mencapai Rp 1,7 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan penjualan dari pihak asing sangat besar dan berdampak langsung pada kinerja saham BBCA.
Selain BBCA, ada beberapa saham lain yang juga menjadi target utama investor asing. Contohnya adalah PT Bumi Resources (BUMI) dengan net sell sebesar Rp 1,34 triliun dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang mengalami penjualan bersih sebesar Rp 456,9 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa investor asing sedang memperhatikan sektor-sektor tertentu dalam pasar modal Indonesia.
Pergerakan IHSG Turun Karena Tekanan Jual
Ketika saham BBCA mengalami penurunan signifikan, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tidak bisa terhindar dari tekanan. Pada perdagangan Jumat (23/1/2026), IHSG ditutup turun sebesar 0,46% ke posisi 8.951,01. Selama seminggu terakhir, indeks tersebut mengalami penurunan total sebesar 1,37%. Bahkan, selama tiga hari berturut-turut, IHSG terus berada di zona merah.
Meski demikian, rata-rata nilai transaksi harian pasar saham meningkat sebesar 3,59% menjadi Rp 33,85 triliun. Sementara itu, frekuensi transaksi mengalami penurunan sebesar 2,66% dibandingkan pekan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun volume transaksi lebih rendah, jumlah dana yang bergerak di pasar tetap tinggi.
Investor Asing Mengalami Penurunan Akumulasi
Selain melakukan aksi jual pada saham-saham tertentu, investor asing juga tercatat melakukan akumulasi pada beberapa saham lain. Namun, jumlahnya masih jauh dari total penjualan yang dilakukan. Secara keseluruhan, investor asing melakukan penjualan bersih senilai Rp 3,05 triliun di seluruh pasar. Sebagian besar dari angka tersebut berasal dari pasar reguler, yaitu sebesar Rp 2,91 triliun, sementara sisanya berasal dari pasar negosiasi dan tunai.
Banyak ahli pasar melihat aksi jual ini sebagai bentuk reaksi terhadap situasi ekonomi makro yang sedang tidak stabil. Beberapa faktor seperti inflasi, perubahan suku bunga, dan ketidakpastian global diyakini memberi pengaruh terhadap keputusan investor asing.
Rekomendasi Investasi Saat Ini
Dari berbagai analisis yang dilakukan, beberapa saham yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang mulai mendapatkan perhatian. Meskipun saat ini pasar sedang dalam kondisi fluktuatif, investor disarankan untuk tetap waspada dan memantau perkembangan secara berkala. Memilih saham yang memiliki dasar fundamental yang kuat dan prospek bisnis yang baik menjadi strategi yang disarankan bagi para investor.

>

Saat ini belum ada komentar