Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Robot Pendamping Inovasi Siswa SMP Surabaya dalam Membantu Anak Autis Raih Penghargaan Emas Olimpiade

Robot Pendamping Inovasi Siswa SMP Surabaya dalam Membantu Anak Autis Raih Penghargaan Emas Olimpiade

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah inovasi luar biasa dilahirkan oleh lima siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Surabaya. Mereka berhasil mengembangkan robot bernama NeuroAid yang dirancang khusus untuk membantu anak-anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Robot ini mampu melatih kemampuan komunikasi dan pengenalan emosi, serta menjadi alat bantu interaksi sosial yang efektif.

NeuroAid merupakan hasil dari riset mendalam terhadap kebutuhan anak autis dalam lingkungan pendidikan. Dengan desain yang ringkas dan portabel, robot ini mampu mengenali wajah, membaca ekspresi emosi dasar, serta memberikan respons suara maupun visual yang mudah dipahami oleh anak. Keunggulan utamanya adalah pola yang konsisten dan dapat diprediksi, yang sangat penting bagi anak autis karena memberikan rasa aman dan kenyamanan.

Tim Pengembang dan Kepedulian Sosial

Lima siswa yang terlibat dalam proyek ini adalah Kalila Zanetta Echaputri, Alya Prashanti Nur Rizqi Setiyono, Zahwa Aliyah Rahma, Afnan Daan Indrawan, dan Harley Fatahillah Yudhaloka Sunoto. Mereka tidak hanya menunjukkan keterampilan teknologi yang canggih, tetapi juga kepedulian terhadap sesama. Mereka menyadari bahwa terapi perilaku bagi anak autis sering kali membutuhkan biaya tinggi dan waktu yang panjang.

Inovasi mereka berhasil meraih Gold Medal dalam ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) 2025. Pencapaian ini menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi bisa muncul dari usia muda, terutama ketika didorong oleh semangat sosial.

Relevansi dengan Kurikulum Merdeka

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. Ia menilai bahwa NeuroAid bukan hanya karya sains, tetapi juga manifestasi dari kurikulum merdeka yang menekankan pada profil pelajar Pancasila yang kreatif dan berpikir kritis.

“Anak-anak SMPN 1 Surabaya ini menunjukkan bahwa teknologi di tangan yang tepat bisa menjadi solusi kemanusiaan. Mereka tidak hanya belajar koding atau merakit robot, tapi mereka belajar berempati terhadap sesama, khususnya pada anak-anak istimewa di sekolah inklusif kita,” ujarnya.

Potensi Penggunaan di Sekolah dan Rumah Sakit

Ke depan, NeuroAid diharapkan bisa diterapkan di sekolah dan rumah sakit di Kota Surabaya. Dinas Pendidikan Kota Surabaya akan melakukan kajian lebih lanjut untuk memastikan bahwa inovasi ini bisa diimplementasikan secara bertahap di lingkungan sekolah.

Yusuf Masruh menambahkan bahwa keberadaan NeuroAid menjadi bukti bahwa empati yang dipadukan dengan ilmu pengetahuan bisa membawa harapan bagi banyak keluarga dan mereka yang membutuhkan.

Desain yang Sesuai Budaya Lokal

Salah satu keunggulan NeuroAid adalah desainnya yang lebih sederhana dan kontekstual dibandingkan robot serupa buatan luar negeri. Robot ini dirancang agar lebih mudah digunakan dalam lingkungan budaya lokal, sehingga lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Selain itu, sistem NeuroAid menggunakan kamera dan mikrofon untuk menangkap respons anak. Hal ini memungkinkan robot untuk berinteraksi secara real-time dan memberikan respons yang sesuai dengan kondisi emosional anak.

Harapan Masa Depan

NeuroAid tidak hanya menjadi karya teknologi, tetapi juga menjadi simbol perubahan positif dalam pendidikan inklusif. Dengan adanya inovasi seperti ini, diharapkan anak-anak autis bisa lebih percaya diri dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang sekitar.

Dalam perjalanan masa depan, NeuroAid bisa menjadi salah satu alat bantu yang berguna dalam pendidikan dan layanan kesehatan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, inovasi ini memiliki potensi besar untuk membantu banyak anak autis di Indonesia. ***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidak Bangunan Pasar Berdiri Di Zona Hijau,Komisi B : Harus Dibongkar !

    Sidak Bangunan Pasar Berdiri Di Zona Hijau,Komisi B : Harus Dibongkar !

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 209
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polemik pembangunan pasar swasta dan cuci kendaraan di sekitar pemukim warga Pondok Maritim, Jalan Klumprik Selatan, Kelurahan Balas Klumprik, memasuki babak baru. Penolakan warga yang semakin massif membuat Komisi B DPRD Surabaya melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek pada Kamis (9/1/2025). Kedatangan wakil rakyat disambut antusias oleh warga yang telah menanti. Dengan suara […]

  • Kesuksesan FC Saarbrücken-TT dalam Liebherr Pokal

    Kesuksesan FC Saarbrücken-TT dalam Liebherr Pokal

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 40
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kemenangan 1. FC Saarbrücken-TT dalam Liebherr Pokal-Final Four menjadi momen penting bagi klub yang telah lama menantikan gelar nasional. Dalam wawancara dengan tim, Nicolas Barrois, manajer tim, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian ini. “Ini adalah kemenangan besar bagi kami,” ujarnya. “Setelah musim lalu yang tidak sesuai harapan, kemenangan ini menjadi titik terang dan memberi […]

  • Calon tunggal

    Rahasia Calon Tunggal Pilkada 2024, Kotak Kosong Lebih Baik Daripada Janji Kosong

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Penulis : Redaksi Diagram Kota DIAGRAMKOTA.COM – Calon tunggal Pilkada 2024 merupakan salah satu pilar demokrasi yang memberi masyarakat kesempatan untuk memilih pemimpin yang diharapkan dapat membawa perubahan. Namun, dalam beberapa kasus, Pilkada hanya menyuguhkan satu calon tunggal sebagai pilihan, sehingga kotak kosong di surat suara menjadi opsi alternatif. Dalam konteks ini, pilihan antara kotak […]

  • Satnarkoba Polresta Sidoarjo Bekuk Dua Pengedar Sabu, Satu Residivis Kambuhan

    Satnarkoba Polresta Sidoarjo Bekuk Dua Pengedar Sabu, Satu Residivis Kambuhan

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 175
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Satnarkoba Polresta Sidoarjo kembali menorehkan prestasi dalam memberantas peredaran narkoba. Dalam dua pengungkapan terpisah, polisi meringkus dua pengedar sabu yang menggunakan sistem ranjau. Dari tangan para pelaku, diamankan total barang bukti sabu seberat 226,36 gram dan 18 butir ekstasi. Kasus pertama terjadi pada Sabtu (19/7/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Polisi menangkap M.U. (36), […]

  • Workshop Presentasi Pengantin Adat Jawa Sukses Digelar di Jakarta

    Workshop Presentasi Pengantin Adat Jawa Sukses Digelar di Jakarta

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Workshop “Kuliah Presenter Pengantin Adat Jawa” Berhasil Diadakan DIAGRAMKOTA.COM – Pada tanggal 20–21 September 2025, sebuah workshop yang menarik perhatian banyak pihak berhasil diadakan. Acara ini bertajuk “Kuliah Presenter Pengantin Adat Jawa” dan diselenggarakan di Hotel Merlynn Park, Jl. Hasyim Ashari, Jakarta. Workshop ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari peserta yang berasal dari berbagai daerah sekitar […]

  • Siapa Pemilik Jalan GWK? Ini Fakta Berdasar Surat Sekda Badung

    Siapa Pemilik Jalan GWK? Ini Fakta Berdasar Surat Sekda Badung

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Perselisihan Akses Jalan di Kawasan GWK Kembali Memanas DIAGRAMKOTA.COM – Masalah akses jalan yang terkait dengan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park kembali menjadi sorotan setelah warga Desa Ungasan mengungkapkan kekecewaan mereka. Selama setahun terakhir, akses jalan tersebut ditutup dengan tembok pembatas, yang menyebabkan protes besar dari ratusan warga, terutama 600 jiwa dari Banjar Giri Dharma. […]

expand_less