Penyaluran BLT Kesra di Tulungagung: 36.903 Warga dan Diupayakan Tuntas meski Ada Kendala Data
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 12 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kabupaten Tulungagung telah menyelesaikan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Sosial (Kesra) kepada 36.903 warga yang tercatat sebagai penerima. Dana sebesar Rp 900 ribu diberikan secara langsung dalam bentuk rapel tiga bulan sekaligus, dengan alokasi per bulan sebesar Rp 300 ribu. Meski proses pencairan berjalan lancar, beberapa kendala administratif sempat menghambat distribusi bantuan.
Skema Penyaluran BLT Kesra
Berdasarkan data yang dikumpulkan dari PT Pos, sebanyak 36.903 warga Tulungagung masuk dalam daftar penerima BLT Kesra yang berasal dari pemerintah pusat. Penyaluran dilakukan dalam bentuk rapel tiga bulan sekaligus, sehingga setiap penerima menerima total dana sebesar Rp 900 ribu. Skema ini bertujuan untuk memastikan kecepatan dan efisiensi dalam distribusi bantuan.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Tulungagung, Teguh Abianto, menjelaskan bahwa meskipun mayoritas dana sudah tersalurkan, masih ada beberapa penerima yang mengalami hambatan administratif. “Ya mungkin ada beberapa yang terkendala dengan administrasi. Tapi kita usahakan untuk tetap salur,” ujarnya.
Metode Transfer dan Pengamanan Dana
Untuk memastikan keamanan dana, metode transfer langsung digunakan. Bagi KPM yang memiliki rekening bank aktif, dana langsung dikirimkan ke nomor rekening masing-masing tanpa melalui perantara. Sementara itu, bagi warga yang belum memiliki akses perbankan, pemerintah memfasilitasi pembuatan rekening baru agar bantuan tetap bisa diterima sesuai prosedur.
“Untuk yang sudah punya rekening, kita langsung ke rekening. Dan nanti kalau yang belum, kita usahakan untuk pembuatan,” jelas Teguh.
Permasalahan Data dan Upaya Perbaikan
Masalah utama yang dihadapi adalah ketidaksesuaian data kependudukan dan nama penerima. Beberapa warga masih mengalami kesulitan karena data yang tidak akurat atau tidak lengkap. Untuk mengatasi hal ini, pihak Dinsos sedang melakukan perbaikan data agar dana tersebut tidak hangus dan bisa segera diambil oleh yang berhak.
Teguh menekankan bahwa bantuan ini hanya bersifat sementara dan tidak berkelanjutan. “Ya untuk sementara ini hanya satu periode,” tambahnya.
Perspektif Masyarakat
Warga Desa Gempolan, salah satu lokasi penyaluran BLT, tampak antusias saat mengambil bantuan. Proses pengambilan berlangsung di Kantor Pos Pakel, tempat warga bergantian mengambil dana tunai yang mereka terima. Sejumlah warga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan, meski ada juga yang mengeluhkan kesulitan dalam proses administrasi.
Tantangan dan Pelajaran Berharga
Proses penyaluran BLT Kesra di Tulungagung menjadi pelajaran penting tentang pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan lembaga penyedia data seperti PT Pos. Masalah administrasi dan data yang tidak akurat sering kali menjadi hambatan dalam distribusi bantuan sosial. Namun, upaya pemerintah untuk memperbaiki sistem dan memastikan keadilan dalam penerimaan bantuan patut diapresiasi.
Selain itu, keberadaan BLT Kesra juga memberikan dampak positif pada ekonomi masyarakat, khususnya bagi keluarga yang tergolong kurang mampu. Dengan dana yang diterima, warga dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pendidikan, dan kesehatan.
Tantangan Masa Depan
Meski BLT Kesra telah berhasil disalurkan, tantangan di masa depan tetap ada. Pemerintah perlu terus meningkatkan akurasi data dan memastikan transparansi dalam pengelolaan dana bantuan. Selain itu, masyarakat juga perlu lebih memahami mekanisme penerimaan bantuan agar tidak terjadi kesalahpahaman atau penundaan distribusi.
Dengan langkah-langkah yang diambil, pemerintah Tulungagung berupaya memastikan bahwa semua warga yang berhak mendapatkan bantuan dapat menerimanya secara adil dan tepat waktu. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar