Pemkab Lumajang Persiapkan Relokasi Warga Sumberlangsep yang Terdampak Bencana
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 8 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengambil langkah tegas dalam menangani warga Dusun Sumberlangsep yang terdampak bencana alam. Wilayah ini sebelumnya terisolir akibat banjir lahar Gunung Semeru, yang menyebabkan 137 kepala keluarga (KK) mengalami kesulitan akses ke wilayah luar. Selain itu, sebanyak 15 rumah dan satu bangunan masjid juga terendam material pasir setinggi 4-5 meter.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyatakan bahwa pihaknya akan kembali menawarkan relokasi kepada warga Sumberlangsep. Tawaran tersebut dilakukan dengan harapan agar masyarakat dapat tinggal di tempat yang lebih aman dan layak. Namun, bagi yang tidak ingin direlokasi, mereka diminta untuk menandatangani surat pernyataan bahwa mereka menolak relokasi.
“Kami akan tawarkan relokasi, bagi yang tidak mau terpaksa kami minta tanda tangan berita acara pernyataan bahwa mereka tidak mau,” ujar Indah saat berkunjung ke Jugosari, Minggu (7/12/2025).
Sejarah Penawaran Relokasi yang Pernah Dilakukan
Sebenarnya, penawaran relokasi telah diberikan oleh pemerintah setelah erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember 2021. Saat itu, Pemkab Lumajang melakukan relokasi warga dari kawasan rawan bencana (KRB) III atau zona merah. Lebih dari 1.900 rumah dibangun di hunian tetap Bumi Semeru Damai (BSD) Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, untuk menampung warga yang tinggal di zona merah.
Warga Dusun Sumberlangsep juga turut ditawari pindah. Namun, mereka menolak. “Sebenarnya warga disini ini sejak awal sudah kami imbau untuk tidak lagi berada di Sumberlangsep, dulu kami pernah tawarkan di huntap, tapi mereka tidak mau,” jelas Indah.
Tanggung Jawab Pemerintah dalam Menyediakan Tempat Aman
Menurut Indah, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan tempat aman bagi warga. Ia menegaskan bahwa jika warga tetap memilih tinggal di Dusun Sumberlangsep, maka risiko akan ditanggung sendiri. “Karena ini tanggung jawab pemerintah, apabila mereka tidak mau ya risiko ditanggung sendiri kami sudah berupaya untuk membawa mereka ke relokasi,” tambahnya.
Saat ini, masih ada rumah yang belum dipakai di kawasan relokasi BSD Desa Sumbermujur yang bisa ditempati warga Dusun Sumberlangsep. “Relokasinya kalau mau di Sumbermujur kita masih bisa menampung atau nanti kita koordinasikan lagi dengan kepala desa,” pungkas Indah.
Tantangan dan Perluasan Solusi
Masalah utama yang dihadapi warga Sumberlangsep adalah isolasi akibat banjir lahar. Hal ini menyebabkan gangguan besar dalam kehidupan sehari-hari, termasuk akses pendidikan dan layanan kesehatan. Beberapa siswa bahkan terancam tidak bisa mengikuti ujian karena kondisi yang tidak memungkinkan.
Selain itu, banyak warga yang harus mengungsikan barang dan ternak mereka ke lokasi yang lebih aman. Mereka juga menghadapi kesulitan dalam mendapatkan bantuan logistik, terutama setelah jembatan gantung yang akan dibangun di daerah tersebut belum sepenuhnya selesai.
Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Isolasi
Pemerintah Kabupaten Lumajang sedang mempertimbangkan pembangunan jembatan gantung untuk menghubungkan Dusun Sumberlangsep dengan wilayah luar. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi isolasi warga dan memudahkan distribusi bantuan serta akses ke fasilitas umum.
Selain itu, pemerintah juga sedang mengevaluasi upaya jangka panjang dalam menangani dampak erupsi Gunung Semeru. Langkah-langkah seperti relokasi, pengembangan infrastruktur, dan penguatan sistem peringatan dini menjadi prioritas utama. ***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar