Pemimpin Hamas tewas: Lima orang dikonfirmasi tewas, termasuk saudara al-Sinwar
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 30 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Perkembangan Penting dalam Konflik Gaza: Kematian Lima Pemimpin Hamas
Pengumuman resmi dari kelompok teror Hamas mengenai kematian lima pemimpin senior mereka menandai salah satu kerugian terbesar yang dialami organisasi tersebut sejak awal perang di Gaza. Berita ini menunjukkan bahwa operasi militer Israel terus memengaruhi struktur kepemimpinan Hamas, yang dikenal sebagai salah satu kelompok teror paling berbahaya di kawasan.
Pemimpin Senior Hamas Tewas dalam Operasi Militer
Salah satu tokoh yang dikonfirmasi tewas adalah Mohammed al-Sinwar, saudara dari mantan pemimpin Hamas Yahya al-Sinwar. Ia dianggap sebagai tokoh penting dalam komando perang Hamas setelah kematian beberapa pemimpin lainnya. Menurut laporan dari Jerusalem Post, al-Sinwar tewas dalam operasi militer Israel di Gaza. Sebelumnya, militer Israel juga menyatakan bahwa ia telah tewas dalam serangan udara terhadap pusat komando Hamas di bawah Rumah Sakit Eropa di Khan Younis pada Mei 2025.
Selain itu, Hamas juga mengakui kematian Abu Obeida, sosok yang selama ini menjadi wajah publik dari sayap militer mereka, al-Qassam Brigades. Dalam pengumumannya, Hamas mengungkapkan bahwa nama asli Abu Obeida adalah Hudhayfa Samir Abdullah al-Kahlout. Menurut laporan Israel, ia tewas dalam serangan udara di Gaza City pada akhir Agustus 2025. Ini merupakan pertama kalinya Hamas secara resmi mengkonfirmasi kematian Abu Obeida.
Kematian Tokoh-Tokoh Penting Lainnya
Hamas juga mengonfirmasi kematian Raed Saad, seorang komandan tingkat tinggi di al-Qassam Brigades. Israel sebelumnya mengumumkan kematian Saad setelah bulan-bulan pengejaran melalui jaringan terowongan di Gaza. Saad dianggap sebagai salah satu perencana utama serangan 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menahan lebih dari 250 orang.
Selain itu, dua tokoh lain yang dikonfirmasi tewas adalah Mohammed Shabanah, kepala Brigade Rafah Hamas, dan Hakam al-Issa, seorang komandan veteran yang merupakan salah satu pendiri al-Qassam Brigades. Keduanya dilaporkan tewas dalam serangan udara terpisah di Gaza, dengan al-Issa meninggal saat serangan terhadap wilayah Sabra di Kota Gaza.
Tanggapan Presiden Trump
Presiden Donald Trump, yang baru saja bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Mar-a-Lago, Florida, mengatakan bahwa Hamas harus segera melepaskan senjata atau menghadapi konsekuensi serius. “Mereka akan diberi waktu sangat singkat untuk membongkar senjata,” kata Trump. Ia menambahkan bahwa tahap berikutnya dari rencana perdamaian Gaza bisa segera berjalan jika Hamas benar-benar menyerahkan senjata mereka.
Konteks Kesepakatan Damai
Meskipun ada kesepakatan damai yang berlaku sejak Oktober, kematian para pemimpin Hamas ini menunjukkan bahwa konflik masih berlangsung dengan intensitas tinggi. Pengumuman ini juga menyoroti upaya Israel untuk menghancurkan struktur kekuasaan Hamas, yang dianggap sebagai ancaman terus-menerus bagi keamanan negara.
Penutup
Kematian lima pemimpin Hamas mencerminkan strategi militer Israel yang terus berlanjut dalam menghadapi ancaman teror. Dengan pengumuman resmi dari Hamas, situasi di Gaza semakin memperlihatkan ketegangan yang berkelanjutan antara kedua pihak. Presiden Trump, dengan perannya sebagai mediator, menekankan pentingnya disarankan agar Hamas segera menyerahkan senjata mereka. Hal ini menunjukkan bahwa konflik ini tidak hanya menjadi isu lokal, tetapi juga memiliki dampak global yang signifikan.

>
>
>

Saat ini belum ada komentar