Lupakan ponsel lipat lama? Ini alasan Samsung Galaxy Z Tri Fold jadi primadona
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Evolusi ponsel pintar bergerak lebih cepat dari yang kita duga. Belum lama publik mulai terbiasa dengan pemandangan orang membuka ponsel layaknya sebuah buku, kini Samsung kembali menaikkan standar permainan.
Kehadiran Samsung Galaxy Z TriFold memicu diskusi hangat di kalangan penggemar gadget: apa yang sebenarnya membedakan perangkat “lipat tiga” ini dengan ponsel lipat biasa yang sudah lebih dulu beredar?
Jika selama ini seri Galaxy Z Fold (lipat dua) dikenal sebagai jembatan antara ponsel dan tablet, maka Galaxy Z TriFold hadir untuk menghapus batas tersebut sepenuhnya. Ini bukan sekadar soal menambah satu engsel ekstra, melainkan tentang mengubah pengalaman pengguna secara fundamental.
Transformasi: Dari Phablet Menjadi Tablet Sejati
Perbedaan paling mencolok yang langsung terasa adalah fitur utama pada bentang layarnya. Ponsel lipat konvensional umumnya menawarkan layar internal seluas 7,6 inci saat dibuka. Ukuran ini memang lega, namun masih terasa seperti “ponsel yang besar” (phablet).
Berbeda cerita dengan Galaxy Z TriFold. Saat kedua engselnya direntangkan, pengguna disuguhi layar seluas 10,2 inci. Secara visual, ini adalah ukuran standar sebuah tablet untuk bekerja.
Bagi arsitek yang perlu melihat denah, atau trader saham yang memantau grafik, perbedaan 2,6 inci ini memberikan ruang napas yang signifikan. Anda tidak lagi melihat versi aplikasi seluler yang dipaksakan melebar, melainkan antarmuka desktop yang sesungguhnya di genggaman tangan.
Performa: Ujian Berat Multitasking 
Layar yang lebih luas menuntut dapur pacu yang lebih tangguh. Di sinilah aspek performa menjadi pembeda utama. Pada ponsel lipat biasa, menjalankan dua aplikasi secara bersamaan (split screen) adalah standar kenyamanan. Namun, Z TriFold dirancang untuk melahap tiga aplikasi aktif sekaligus tanpa kompromi.
Ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite yang dikustomisasi, perangkat ini mampu menangani manajemen memori yang jauh lebih kompleks. Bayangkan skenario ini: sisi kiri layar menampilkan video conference, bagian tengah menampilkan dokumen presentasi, dan sisi kanan membuka aplikasi catatan.
Semuanya berjalan real-time. Kemampuan ini sulit ditiru oleh ponsel lipat biasa yang seringkali mulai terasa hangat atau melambat saat dipaksa bekerja seintensif itu.
Desain dan Ergonomi
Tentu ada harga fisik yang harus dibayar untuk inovasi ini. Meski Samsung telah merekayasa ketipisan perangkat hingga batas maksimal, Galaxy Z TriFold tetap terasa sedikit lebih tebal saat dilipat dibandingkan saudaranya, Galaxy Z Fold6.
Namun, mekanisme lipatan huruf “Z” (satu melipat ke dalam, satu ke luar) memberikan keuntungan unik: pengguna bisa menggunakan satu sisi layar depan tanpa perlu membuka perangkat sepenuhnya, dengan rasio aspek yang lebih natural menyerupai ponsel batang (candybar) pada umumnya.
Spesifikasi Harga: Segmentasi yang Berbeda 
Poin krusial yang menjadi penentu akhir bagi konsumen adalah spesifikasi harga. Ponsel lipat standar kini sudah mulai menyentuh harga yang lebih “rasional” bagi pasar premium, berkisar di angka Rp 20 jutaan.
Sementara itu, Galaxy Z TriFold menempatkan dirinya di liga yang berbeda. Dengan estimasi harga global di kisaran Rp 40 jutaan, perangkat ini jelas tidak ditujukan untuk pengguna kasual.
Ia menyasar segmen spesifik: para eksekutif dan power user yang melihat gadget bukan sekadar alat komunikasi, melainkan investasi produktivitas pengganti laptop.
Siapa Pemenangnya?
Jika Anda mencari kepraktisan dan gaya hidup ringkas, ponsel lipat dua masih menjadi pilihan yang sangat relevan dan matang.
Bagi mereka yang mendambakan kebebasan visual tanpa batas dan performa kerja level PC dalam saku, Samsung Galaxy Z TriFold menawarkan masa depan yang menarik untuk dicicipi hari ini.
Persaingan ini pada akhirnya bukan tentang siapa yang lebih baik, melainkan tentang format mana yang paling pas menjawab kebutuhan mobilitas Anda yang semakin dinamis.***

>
>

>

Saat ini belum ada komentar