Ketersediaan Beras di Probolinggo Terjaga Selama 1,5 Tahun ke Depan, Tersisa 80 Ribu Ton
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 31 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tujuh karung beras Toko Madura hilang disikat pencuri saat tarawih (foto:ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Stok beras yang tersimpan di Gudang Bulog Cabang Probolinggo tercatat mencapai 80 ribu ton. Angka ini menunjukkan bahwa pasokan beras di wilayah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 18 bulan atau sekitar 1,5 tahun ke depan. Hal ini memberikan rasa aman menghadapi momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Pemantauan dan Pengelolaan Stok yang Ketat
Wakil Pimpinan Cabang Bulog Probolinggo, Muzakki Makmun, menjelaskan bahwa stok beras saat ini dalam kondisi stabil. Meskipun belum ada penyerapan berarti, pihaknya tetap memperkirakan bahwa pasokan akan cukup hingga musim panen berikutnya yang diperkirakan dimulai pada Februari 2026.
“Kami telah melakukan pemantauan rutin terhadap ketersediaan beras di gudang. Struktur bangunan gudang dirancang tahan terhadap cuaca ekstrem,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya rutin membuka pintu-pintu gudang setiap hari untuk menjaga sirkulasi udara dan kelembapan agar kualitas beras tetap terjaga.
Upaya Menjaga Harga Pangan Stabil
Selain menjaga kualitas stok beras, Bulog Probolinggo juga aktif dalam menjaga stabilitas harga pangan. Dalam rangka itu, delapan posko penjualan beras dan komoditas pokok lainnya didirikan di pasar dan gudang yang tersebar di Kota dan Kabupaten Probolinggo.
Harga jual beras SPHP dijual dengan harga maksimal Rp 62.500 per lima kilogram. Sementara minyak goreng tidak boleh melebihi Rp 15.700 per liter, dan gula dijual dengan harga maksimal Rp 17.500 per kilogram. Di Gudang Bulog sendiri, harga beras SPHP biasanya lebih murah, yaitu sebesar Rp 57.000 per lima kilogram.
Peran Gudang dalam Menghadapi Cuaca Ekstrem
Cuaca ekstrem seperti musim hujan bisa memengaruhi kualitas beras jika tidak dikelola dengan baik. Namun, menurut Muzakki, struktur bangunan gudang yang kuat dan sistem ventilasi yang optimal membantu menjaga kondisi beras tetap baik.
“Kami selalu memastikan bahwa kelembapan dan sirkulasi udara dalam gudang terjaga. Ini penting untuk mencegah kerusakan beras akibat jamur atau kelembapan berlebih,” tambahnya.
Langkah Pemerintah Daerah dalam Memastikan Ketersediaan Bahan Pokok
Pemerintah daerah juga turut serta dalam memastikan ketersediaan bahan pokok. Beberapa kebijakan dilakukan, seperti pembatasan harga jual komoditas pangan dan pengawasan ketat terhadap distribusi barang. Hal ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari fluktuasi harga yang tidak wajar.
Dengan kombinasi antara pengelolaan stok yang baik, pengawasan harga, dan infrastruktur gudang yang memadai, masyarakat Probolinggo dapat merasa tenang terkait kecukupan pasokan beras. Keberhasilan ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara lembaga pemerintah dan pihak swasta dapat menciptakan stabilitas ekonomi dan pangan di tingkat lokal. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar