Kesiapan Personel Polri dalam Mengamankan Aksi Massa di Monas dan DPR
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rab, 10 Des 2025
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Pengamanan aksi unjuk rasa merupakan salah satu tugas utama kepolisian, terutama ketika jumlah peserta mencapai ribuan. Di Jakarta, khususnya pada hari Rabu, 10 Desember 2025, Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan sejumlah besar personel untuk memastikan kelancaran dan keselamatan seluruh pihak yang terlibat. Tindakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan memastikan hak warga negara untuk menyampaikan pendapat secara damai.
Penempatan Personel yang Terstruktur
Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro, mengungkapkan bahwa pengamanan aksi massa akan dilakukan dengan sistematis dan terkoordinasi. Personel ditempatkan di dua lokasi utama, yaitu Silang Selatan Monas dan kawasan Gedung DPR/MPR RI Senayan. Jumlah personel yang dikerahkan mencapai 2.921 orang di area Monas dan 1.704 orang di sekitar Gedung DPR.
“Silakan berorasi dengan tertib. Jangan memprovokasi, jangan melawan petugas. Hindari tindakan seperti membakar ban, menutup jalan, atau merusak fasilitas umum,” ujar Kombes Pol. Susatyo. Ia menekankan pentingnya sikap tenang dan saling menghormati antara peserta aksi dan aparat keamanan.
Pendekatan Humanis dalam Pengamanan
Selain jumlah personel yang cukup besar, Polres Metro Jakarta Pusat juga menekankan pendekatan humanis dalam pengamanan. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan konflik dan memastikan proses penyampaian aspirasi berjalan lancar tanpa gangguan serius.
Beberapa langkah yang diambil antara lain memberikan informasi kepada peserta aksi tentang aturan dan batasan yang harus dipatuhi. Petugas juga siap memberikan bantuan jika diperlukan, baik dalam hal keselamatan maupun koordinasi kegiatan.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Ketertiban
Meski pengamanan dilakukan oleh aparat kepolisian, peran masyarakat juga sangat penting. Peserta aksi diminta untuk tetap menjaga sikap sopan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik. Hal ini tidak hanya membantu proses pengamanan, tetapi juga menunjukkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga keharmonisan sosial.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak turut serta dalam tindakan provokatif seperti membakar ban atau menutup jalan. Dengan kesadaran dan disiplin yang tinggi, aksi unjuk rasa dapat berlangsung dengan aman dan damai.
Kesiapan Polri dalam Menghadapi Berbagai Situasi
Polri tidak hanya fokus pada pengamanan aksi unjuk rasa, tetapi juga siap menghadapi berbagai situasi darurat. Seperti yang terlihat dari beberapa kejadian sebelumnya, seperti gempa bumi di berbagai wilayah Indonesia, Polri telah menunjukkan kemampuan dalam menangani berbagai bentuk ancaman.
Contohnya, dalam beberapa bulan terakhir, Polri juga melakukan ground breaking terhadap enam SPPG (Sarana Pelayanan Pengamanan Guna) baru di Papua. Wakil Kepala Polri menegaskan bahwa inisiatif ini adalah investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian bagi masyarakat.
Pengamanan aksi unjuk rasa di Jakarta pada 10 Desember 2025 menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan memastikan hak warga negara untuk menyampaikan pendapat secara damai. Dengan penempatan personel yang terstruktur, pendekatan humanis, dan partisipasi aktif masyarakat, aksi tersebut dapat berjalan dengan lancar dan aman. Ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara aparat dan masyarakat bisa menciptakan suasana yang harmonis dan kondusif. ***





Saat ini belum ada komentar