Kementerian PU: Jalan Nasional Aceh Sudah Pulih, Percepat Pembangunan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 8 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Â Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan darurat terhadap infrastruktur yang rusak akibat banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh.
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan, fokus dilakukan pada pemulihan koneksi jalan dan jembatan nasional yang masih terputus serta bantuan fasilitas darurat untuk masyarakat.
Ia menekankan bahwa seluruh staf teknis di Aceh tetap siap sedia untuk memperbaiki akses masyarakat serta jalur distribusi logistik.
“Kami memastikan pemulihan akses utama di Aceh menjadi prioritas. Tim lapangan bekerja secara maksimal, termasuk pemasangan jembatan bailey dan pembersihan material longsoran,” kata Dody dalam keterangan tertulis yang diterima DIAGRAMKOTA.COM, Minggu (7/12/2025).
Berdasarkan data dari Kementerian PU, terdapat 477 lokasi yang terkena dampak bencana di Aceh, dengan rincian 143 titik terjadi banjir tanggul kritis, 46 titik longsor, dan 36 titik banjir akibat tanggul jebol.
Dody melanjutkan, proses penanganan darurat yang dilakukan oleh Balai dan Unit Pelaksana Teknis Kementerian PU saat ini telah mencapai 48,34%.
Kerusakan juga menimpa 30 ruas jalan nasional dan 15 jembatan nasional. Memang, beberapa akses kembali bisa digunakan seperti jalur Banda Aceh–Meureudu, Lhokseumawe–Langsa, serta Kuala Simpang–Perbatasan Sumatra Utara. Namun, beberapa jalur masih terputus dan diharapkan pulih secara bertahap hingga pertengahan Desember 2025.
Untuk mengatasi ruas yang terputus, Dody menjelaskan bahwa pihaknya mempercepat pemasangan jembatan bailey di beberapa lokasi seperti Teupin Mane, Alue Kulus, Enang-enang, Weihni Rongka, hingga Timang Gajah. Sebagian bahan sudah tersedia di lokasi, sementara sisanya sedang dalam proses pengiriman ke Aceh.
Salah satu lokasi yang sedang dipercepat adalah Jembatan Teupin Mane, dengan progres penimbunan oprit batu bolder, pembuatan coverdam untuk mengalihkan aliran sungai, serta pemasangan bailey yang dilakukan oleh beberapa alat berat seperti ekskavator,dozer, dan dump truck,” jelasnya.
Selain sektor jalan dan jembatan, Dody menyebutkan bahwa kerusakan pada infrastruktur air minum dan permukiman juga ditemukan secara luas. Sebanyak 20 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di 10 kabupaten/kota terkena dampak, termasuk satu Instalasi Pengolahan Air di Kota Langsa. Infrastruktur sanitasi berbasis masyarakat seperti Sanimas, TPS3R, serta fasilitas PISEW juga mengalami kerusakan.
Untuk mempercepat penanganan, Kementerian PU mengirimkan alat berat dan logistik darurat, termasuk 41 ekskavator, 25dump truckpenyediaan tenda, peralatan sanitasi, serta bantuan pokok bagi penduduk yang masih tinggal di pengungsian.
Dody memastikan bahwa penanganan dilakukan secara bertahap hingga seluruh layanan publik kembali beroperasi. “Kami tidak hanya memulihkan koneksi, tetapi juga layanan dasar seperti air bersih dan fasilitas perumahan. Masyarakat Aceh harus segera kembali menjalani aktivitas yang aman dan produktif,” tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa Kementerian PU akan terus bekerja sama erat dengan Pemerintah Daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi agar proses pemulihan dapat selesai secara menyeluruh. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar