Kekayaan Taipan Indonesia, Para Pengusaha Ini Tereliminasi dari Daftar 10 Orang Terkaya RI
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pergeseran dalam daftar kekayaan orang-orang terkaya di Indonesia mencerminkan perubahan signifikan dalam struktur bisnis dan investasi. Dalam versi Forbes terbaru, beberapa taipan yang sebelumnya masuk dalam 10 besar kini terdepak dari daftar tersebut. Perubahan ini menunjukkan dinamika pasar dan strategi bisnis yang terus berkembang.
Tiga Taipan yang Terdepak
Dalam daftar terbaru, tiga nama yang sebelumnya selalu muncul di posisi 10 besar adalah Agoes Projosasmito dan Dewi Kam. Keduanya kini digantikan oleh Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, serta Wijono & Hermanto Tanoko Family. Perubahan ini tidak hanya mengubah susunan daftar, tetapi juga menggambarkan pergeseran kekuatan ekonomi di kalangan pengusaha Indonesia.
Agoes Projosasmito: Kehilangan Posisi di Daftar Terkaya
Agoes Projosasmito, yang sebelumnya menjadi salah satu tokoh penting dalam dunia pertambangan, kini berada di posisi ke-13 dalam daftar kekayaan Indonesia. Kekayaannya tercatat mencapai US$ 5 miliar atau setara dengan Rp 83 triliun. Namun, angka ini lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada Desember 2024, dia berada di posisi ke-7 dengan kekayaan sebesar US$ 7 miliar, sementara pada Desember 2023, dia berada di posisi ke-8 dengan harta sebesar US$ 5,4 miliar.
Projosasmito dikenal sebagai komisaris utama Amman Mineral Internasional dan Direktur Utama Bumi Resources Minerals. Kekayaannya berasal dari penempatan saham di berbagai perusahaan tambang, termasuk Medco Energi Internasional, Bumi Resources, dan Bumi Resources Minerals.
Dewi Kam: Pengusaha Wanita yang Kehilangan Tempat
Dewi Kam, yang selama dua tahun terakhir menjadi satu-satunya wanita dalam daftar 10 orang terkaya Indonesia, kini berada di urutan ke-17. Kekayaannya tercatat sebesar US$ 4,3 miliar atau setara dengan Rp 71,3 triliun. Meski demikian, angka ini lebih rendah dibandingkan posisi sebelumnya. Pada Desember 2023, dia berada di posisi ke-10 dengan kekayaan sebesar US$ 4,45 miliar, sedangkan pada Desember 2024, dia berada di posisi yang sama dengan kekayaan US$ 4,8 miliar.
Dewi Kam merupakan pemilik saham minoritas di PT Bayan Resources Tbk, sebuah perusahaan tambang batu bara. Selain itu, ia juga memiliki pengalaman dalam pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik. Ia memegang 91% saham PT Sumbergas Sakti Prima, yang menjadi pengembang sejumlah proyek pembangkit listrik.
Perubahan Struktur Bisnis dan Investasi
Perubahan ini menunjukkan bahwa struktur bisnis dan investasi di Indonesia semakin dinamis. Penurunan posisi Agoes Projosasmito dan Dewi Kam menunjukkan bahwa ada pergeseran kekuatan ekonomi yang lebih luas. Para pengusaha baru seperti Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman berhasil memperluas cakupan bisnis mereka, sehingga mampu menduduki posisi yang lebih tinggi dalam daftar kekayaan. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar