Data Center Ai Dan Kripto Menguras Jaringan Listrik Global, Infrastruktur Penghasil Panas Yang Haus Energi!
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jum, 26 Des 2025
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Lonjakan permintaan terhadap kecerdasan artifisial (AI) dan aktivitas penambangan kripto telah memicu konsumsi listrik global yang luar biasa besar.
Fenomena ini menciptakan tekanan berat pada jaringan listrik dunia, menyusul ekspansi pusat data (data center) yang sangat masif dan haus energi.
Jika tidak diimbangi dengan infrastruktur memadai, pertumbuhan pesat teknologi ini berisiko melampaui kapasitas penyediaan energi yang ada saat ini.
Operator satelit asal Inggris, SatVu, baru saja merilis citra satelit termal beresolusi tinggi yang mengungkap aktivitas intens di balik fasilitas dengan beban listrik tinggi.
Termal adalah istilah yang berkaitan dengan panas atau suhu, merujuk pada energi panas, perpindahan panas, atau sifat suatu benda/sistem yang berhubungan dengan panas
Gambar dari citra satelit SatVu secara khusus memperlihatkan jejak panas dari data center penambangan Bitcoin di Rockdale, Texas.
Visualisasi tersebut memperlihatkan dengan jelas titik-titik lokasi sistem pendingin dan infrastruktur listrik yang sedang bekerja di bawah tekanan beban maksimal.
Menurut laporan Space.com, Rockdale merupakan lokasi tambang Bitcoin milik Riot Platforms yang disebut-sebut sebagai yang terbesar di Amerika Serikat.
Fasilitas raksasa ini diperkirakan membutuhkan daya sekitar 700 megawatt, atau setara dengan konsumsi listrik untuk 300.000 rumah tangga.
Akibat skala operasionalnya yang masif, lokasi ini kerap menuai kritik tajam terkait tingginya konsumsi energi serta dampak jejak karbon yang dihasilkan bagi lingkungan.
“Pembangunan pusat data saat ini berlangsung sangat cepat, dan dunia membutuhkan cara yang lebih baik untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di lapangan,” kata Wakil Presiden Pengembangan Bisnis SatVu, Thomas Cobti.
Badan Energi Internasional memperkirakan data center menggunakan sekitar 415 terawatt-jam listrik pada tahun 2024, atau sekitar 1,5% dari konsumsi daya global.
Meningkatnya penggunaan AI mempercepat pertumbuhan sektor ini. Raksasa teknologi menggelontorkan uang ke AI, mendorong permintaan terhadap komputasi yang boros daya, misalnya, sejak ChatGPT dirilis November 2022 dan dengan cepat diadopsi secara massal.
Investasi global dalam infrastruktur data center diperkirakan akan terus meningkat pada dekade ini, seiring dengan meningkatnya permintaan akan AI dan kapasitas cloud.
SatVu mengutip perkiraan McKinsey lebih dari $7 triliun akan dihabiskan di seluruh dunia pada tahun 2030, di mana permintaan AS tumbuh 20% hingga 25% setiap tahunnya.
Menurut laporan terbaru Rest of World, hampir 9.000 data center beroperasi di seluruh dunia pada Oktober 2025, dan jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat pada 2030.
Analisis menunjukkan banyak negara yang menjadi tuan rumah fasilitas tersebut berupaya keras memenuhi peningkatan permintaan daya, sementara regulator membunyikan alarm atas melonjaknya penggunaan listrik, konsumsi air untuk pendinginan, penggunaan lahan, dan dampak lingkungan yang lebih luas. ***





Saat ini belum ada komentar